Testimoni Korban Trisakti & Semanggi

Testimoni Korban Trisakti & Semanggi

- detikNews
Sabtu, 23 Sep 2006 19:55 WIB
Jakarta - Delapan tahun sudah peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II dikenang. Namun,penuntasan kasus berdarah itu masih menggantung di pemerintah dan DPR. Tak ada kepastian siapa pelaku utama dari peristiwa memilukan di pergantian rezim kala itu.Untuk melawan lupa akan peristiwa pedih tersebut, para eksponen gerakan 98, BEM Se-Jabotabek, Gerakan Pemuda Mahasiswa dan keluarga korban pelanggaran HAM berkumpul di kantor Kontras, Jl Borobudur 14, Jakarta, Sabtu (23/9/2006).Puluhan aktifis bersila rapi di ruang 5x8 meter untuk mengingat kembali peristiwa delapan tahun silam. Tak ada gelak tawa, tak ada canda. Yang ada hanya muka-muka menerawang ke delapan tahun silam dengan kusam. "Tiap tahun saya mengingat anak saya dengan duka. Hampir tiap hari, doa saya untuk anak saya supaya dapat tenang. Hanya keadilan yang saya minta," kata Sumarsih, ibunda korban Semanggi I, Norma Himawan. Ia merasa kecewa dengan kinerja pemerintahan yang tidak tegas dalam penanganan kasus pelanggaran HAM satu windu lampau. "Saya merasa sedih, beberapa kali ganti presiden dan pemerintah, tidak ada kemajuan. DPR menyatakan tidak ada pelanggaran HAM, padahal Komnas HAM berpendapat sebaliknya," ungkap Sumarsih dengan nada datar. Ibu yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan DPR itu, meminta pengadilan ad hoc dibuka kembali untuk menjelaskan kepada masyarakat, siapa dalang peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II. "Tapi kenapa pemerintah minta lwat pengadilan militer. Ini kan aneh," tanya Sumarsih penuh selidik. Hingga akhir acara, hanya suasana bisu yang terbangun di ruang yang tertutup kain hitam. Testimoni yang mengalir pun hilang seperti tanpa bekas. (ahm/ahm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads