Puasa di AS Dimulai Hari Sabtu
Sabtu, 23 Sep 2006 08:53 WIB
Washington DC - Berbeda dengan di Indonesia yang baru akan memulai puasa Ramadan pada Minggu besok, umat muslim di Amerika Serikat (AS) mulai Sabtu (23/9/2006) sudah menjalankan puasa.Seperti dilaporkan koresponden detikcom dari Washington Endang Isnaini Saptorini, kepastian dimulainya Ramadan ini disampaikan oleh sejumlah organisasi Islam utama di Amerika, seperti Islamic Society of North Amerika [ISNA] dan Islamic Center of America.Menurut Dewan Fikih ISNA, berdasarkan perhitungan bulan, hari puasa pertama jatuh tanggal 23 September 2006, sedngkan Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 23 Oktober 2006.Sebagian warga Indonesia sudah menjalankan solat tarawih hari pertama pada Jumat 22 September malam di gedung Kedutaan Besar Indonesia di 2020 Massachusetts Avenue, NW, Washington DC. Di tempat yang sama, masyarakat Indonesia akan berbuka puasa di hari pertama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sedang melakukan lawatan di AS.Menjelang puasa, seperti tahun lalu, Presiden AS Goerge W Bush juga menyampaikan ucapan selamat yang diungkapkan dalam siaran pers yang dirilis Gedung Putih tertanggal 21 September. Dalam pernyataanya, Bush mengatakan bulan Ramadan merupakan bulan yang penting dimana umat Islam menjalankan ibadah puasa dan pengorbanan diri."Masyarakat kita diperkaya oleh warga muslim yang komitmen kepada keyakinannya mengingatkan akan adanya kebebasan beragama di negara kita," ujar Bush Islam di Amerika mengalami perkembangan yang pesat beberapa tahun terakhir ini. Diperkirakan sekitar 7 juta umat Islam tinggal di Amerika. Sebagian besar adalah warga Amerika keturunan Afrika, keturunan Arab dan Asia Selatan. Meski begitu, masih tetap umat Islam merupakan kelompok minoritas di negeri yang berpenduduk sekitar 300 juta ini. Karena itulah denyut Ramadan tidak terasa kecuali di kantong-kantong pemukiman warga Islam.Salah seorang warga Indonesia yang ditemui mengatakan akan berusaha keras untuk berpuasa sebulan penuh."Saya kerja di bagian dapur (restoran cepat saji-red). Memang sulit untuk tidak bolong-bolong puasanya. Tapi bulan ini saya akan berusaha puasa sebulan penuh. Kalau bisa sih," tutur Rauf, pendatang asal Malang.
(bal/bal)











































