Umat Islam Jangan Terpancing Reaksi Atas Ekseskusi Tibo Cs
Sabtu, 23 Sep 2006 06:45 WIB
Jakarta - Kerusuhan pasca eksekusi terpidana mati Tibo cs yang terjadi di Atambua dinilai mulai mengarah ke Konflik SARA. Ketua MUI Amidhan meminta umat Islam tidak terpancing dan menyerahkan semua penganganannya kepada pemerintah."Kerusuhan itu adalah sepenuhnya tanggung jawab pemerintah," tegas Amidhan ketika dihubungi detikcom, Sabtu (23/9/2006).Dijelaskan Amidhan, MUI tidak ingin ikut berpolemik dalam pro kontra di masyarakat yang terjadi sebelum dan sesudah eksekusi dilaksankan. Karena berdasarkan rapat harian yang sudah digelar, berbagai persoalan yang muncul menyangkut eksekusi Tibo cs, adalah urusan pemerintah."Harusnya pemerintah sudah memikirkan antisipasi reaksi yang ditimbulkan dari eksekusi itu," cetusnya.Sejauh ini, MUI belum melakukan upaya apapun terkait kerusuhan di Atambua."Saya belum menghubungi pemuka agama di sana. Saya masih ada di Kalimantan," terang Amidhan yang juga Ketua Komnas HAM ini.Upaya yang dilakukan Amidhan di Komnas HAM adalah meminta agar pelaksanaan eksekusi Tibo cs ditangguhkan."Kami (Komnas HAM) sebelumnya juga sudah pernah mengirim surat pada Kejagung untuk penangguhan eksekusi Tibo cs. Ini untuk melihat ke-16 orang yang disebutkan terlibat oleh Tibo itu," ujarnya. "Sekali lagi saya serahkan persoalan ini pada pemerintah sesuai proses hukum. Karena eksekusi sudah dilakukan," tambahnya. Namun, Amidhan meminta pemerintah juga mesti menangkap dan menghukun ke-16 orang yang diduga terlibat agar semua pelaku kerusuhan Poso bisa diungkap.
(bal/bal)











































