Jatah Daging Meugang Dipotong, Warga Demo Polsek Kajhu
Sabtu, 23 Sep 2006 01:44 WIB
Aceh Besar -
Kesal karena jatah daging sapi menjelang Ramadan dipotong oknum polisi, sekitar 200 warga berunjuk rasa di depan Mapolsek Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.Kejadian ini berawal ketika Desa Kajhu mendapat bantuan 16 ekor sapi dari NGO Mercy Corps untuk melaksanakan tradisi Meugang. Di Aceh sehari menjelang puasa Ramadan setiap warga biasanya memasak aneka masakan dengan bahan utama daging.Rencananya, Sabtu (23/9/2006), 16 ekor sapi tersebut akan dipotong dibagikan kepada warga di 10 dusun yang ada di Desa Kajhu. Setiap warga mendapat jatah 2 tumpuk (4 kg) daging sapi yang akan dibagikan oleh Keucik (kepala desa).Namun tanpa diduga beberapa oknum polisi dari Polsek Plaju mendatangi keucik dan meminta jatah. Tidak tanggung-tanggung, mereka meminta agar setiap dusun diminta menyerahkan 5 tumpuk.Tentu saja ulah oknum polisi ini membuat warga menjadi berang. Pukul 20.00 WIB Jumat (22/9/2006) dengan membawa 3 ekor sapi mereka mendatangi Mapolsek Kajhu."Ambil saja sapi ini. Jangan polisi ambil bagian kami," teriak warga yang marah.Melihat warga yang marah, tidak ada satupun polisi dari Polsek Kajhu yang keluar menemui. Bahkan Kapolsek Kajhu Ipda Ramlan tidak berada di ruangannya.Khawatir warga bertindak anarkis, Kapoltabes Banda Aceh Kombes Zulkarnaen yang mendapat laporan unjuk rasa tersebut langsung menuju lokasi. Memang Polsek Kajhu berjarak hanya 6 km dari Mapoltabes Banda Aceh dibandingkan Mapolres Aceh Besar yang berjarak 60 km.Dalam upaya menenangkan warga, Kapoltabes berjanji akan menindak tegas jika sampai ada polisi yang memotong jatah daging warga. "Saya akan tindak kalau ada polisi yang berani minta," tegas Zulkarnaen.Zulkarnen pun berjanji akan menambah seekor sapi untuk warga Desa Kajhu jika mereka segera membubarkan diri. Mendengar ucapan Kapoltabes tersebut warga bersorak. Mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib.Sementara Kapolsek Kajhu yang coba dihubungi wartawan menolak berkomentar. Untuk diketahui, Desa Kajhu merupakan salah satu kawasan terparah akibat hantaman gelombang tsunami pada 2004 lalu.
(bal/bal)










































