Luapan Lumpur Surut, Warga Desa Besuki Enggan Pulang
Jumat, 22 Sep 2006 22:51 WIB
Sidoarjo - Meski sudah surut, ratusan warga Desa Besuki masih enggan pulang ke kampungnya. Alasannya mereka masih trauma jika sewaktu-waktu tanggul penahan lumpur di desanya jebol lagi.Pantauan detikcom Jumat (22/9/2006), di pemukiman empat RT di RW 5 Besuki air sudah surut. Namun sisa-sisa luapan air membuat tempat tinggal warga ini menjadi kotor dan bau. Surutnya air yang bisa ditangani dalam sepekan ini, setelah Bupati Sidoarjo Win Hendrarso nekad memperintahkan air lumpur dibuang ke sungai meski tanpa melalui water treatment.Sementara itu kondisi warga yang mengungsi di jalan tol Gempol-Surabaya KM 40 kian memprihatinkan. Selain sampah-sampah bertebaran, warga juga membuat kamar mandi darurat di samping tenda-tendanya."Kita takut pulang. Menunggu kepastian kondisi benar-benar aman. Tanggulnya kuat benar," jelas Khotimah warga RT 01 RW V Dusun Besuk Desa Besuki Kec Jabon yang mengungsi di jalan tol bersama 15 anggota keluarganya.Namun, anak-anak pengungsi ini seolah tidak merasakan penderitaan yang dirasakan orangtua mereka. Di sore hari, dengan riangnya mereka memanfaatkan jalan toluntuk bermain sepak bola walaupun disekitarnya truk-truk pengangkut air maupun sirtu dan lumpur hilir mudik.Sedangkan aktivitas pembuangan air lumpur dari kolam penampungan di Desa Kedungbendo masih terlihat. Sekitar 7 truk tangki berjajar antri. Air lumpur yang tanpa melalui water treatment itu selanjutnya dibuang ke Sungai Porong. Langkah tersebut untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar apabila musim penghujan tiba dikemudian hari. Sebab diprediksi, dua bulan lagi hujan akan mengguyur.
(bal/bal)











































