Belum Ada Perintah Tembak di Tempat di Atambua

Belum Ada Perintah Tembak di Tempat di Atambua

- detikNews
Jumat, 22 Sep 2006 22:00 WIB
Jakarta - Meski massa di Atambua dinilai sudah anarkis oleh pemerintah, namun belum ada perintah tembak di tempat bagi para perusuh. Hingga kini belum ada satu pun pelaku kerusuhan yang ditangkap."Berbicara tembak di tempat, tidak ada perintah untuk tembak di tempat," ungkap Wakil Kapolri Komjen Pol Adang Daradjatun dalam jumpa pers usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kementerian Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/9/2006).Kenapa belum ada perintah tersebut, menurut Adang, Polda NTT dan jajaran keamanan lainnya, juga pemda lebih menekankan pada dua aspek, yaitu rehabilitasi dan penegakkan hukum.Untuk penegakan hukum, pihak kepolisian masih mencari keterangan dari sejumlah saksi untuk diproses secara hukum. "Kerusuhan ini sudah melanggar hukum, jelas penegakan hukum akan diterapkan," tegas Adang.Guna mengantisipasi agar kerusuhan tidak timbu lagi dan meluas. Polri telah menambah kekuatan satu kompi Brimob dari Mabes Polri di Maumere dan satu kompi Brimob Polda Bali ke Atambua.Hingga saat ini pihak kepolisian tengah memeriksa 16 orang saksi kerusuhan di Atambua. Mengenai adanya informasi bahwa ada aktor dibalik kerusuhan tersebut, menurut Adang, pihak masih mengumpulkan sejumlah informasi tersebut. TNI Koordinasi dengan PolriGuna mengatasi situasi keamanan di NTT dan Sulawesi Tengah, petugas keamanan dari Polri dan TNI juga telah melakukan koordinasi di lapangan. Menurut Djoko Soeyanto, memperkirakan kerusuhan masih terus berlanjut dan ke daerah lainnya. Makanya, Mabes TNI telah mempersiapkan sejumlah kapal dan pesawatnya untuk mendeploy personil Polri. "Bahkan, dua hari lalu 2 pesawat hercules TNI AU sudahdisiapkan, kapan pun apakah ke Palu atau NTT, kita siap untuk berangkat," kata Djoko.Kesiapan TNI ini menuru Djoko merupakan suatu bentuk koordinasi antara TNI dan Polri. "Pada dasarnya kita membackup Polri. Apabila suatu saat TNI terlibat langsung, jangan dianggap sebagai campur tangan TNI dalam masalah keamanan, tapi semata-mata TNI ikut mengamankan wilayah tersebut dari tindakan anarkis," pintanya. (bal/bal)


Berita Terkait