Dicaci Maki Teman & Sesama Napi, Lidya Alami Tekanan Mental
Jumat, 22 Sep 2006 17:35 WIB
Jakarta - Dengan mata berkaca-kaca dan suara yang terbata-bata, Lidya Pratiwi menumpahkan unek-uneknya. Artis cantik yang didakwa membunuh Naek Gonggom Hutagalung ini mengaku kerap menerima caci maki melalui SMS.Caci maki tidak hanya dikirim teman-temannya dan masyarakat, tetapi juga dilontarkan oleh sesama napi di rutan Pondok Bambu, tempat Lidya kini ditahan."Akibat kasus ini, saya mengalami tekanan mental. Banyak teman-teman dan orang lain yang berbeda suku dengan saya mencaci maki dan menjatuhkan saya. Saya harap mereka dapat menghormati proses hukum yang berjalan," keluh Lidya dalam jumpa pers di Rutan Pondok Bambu, Jalan Pahlawan Revolusi, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2006).Lydia mengenakan kemeja dan rok warna hitam dengan rambut dikuncir meminta masyarakat tidak membuat opini publik dan mencapnya sebagai otak pembunuhan."Karena faktanya bahwa saya tidak terlibat dalam pembunuhan itu," cetusnya.Ketika ditanya apakah siap jika akhirnya divonis mati, Lidya mengaku siap. "Ya saya siap," ujar Lidya.
(aan/sss)











































