Awas! Daging Celeng Beredar di Jakarta
Jumat, 22 Sep 2006 15:20 WIB
Jakarta - Warga Jakarta harus waspada. Saat ini daging babi hutan alias celeng diduga beredar lagi di pasaran. Para penjual dengan lihai menyamarkannya seperti daging sapi. Harganya jauh lebih murah dari daging sapi. Warga Jakarta diimbau tidak membeli daging yang dijual dengan harga sangat miring ini."Masayarakat harus bisa membedakan antara daging sapi dengan daging celeng," ujar Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemprov DKI Jakarta Edy Setiarto dalam suratnya yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Fotokopian surat tersebut dibagikan di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/9/2006). Surat tersebut tertanggal 20 September 2006.Untuk menghindari jebakan penjual, warga Jakarta diimbau tidak membeli daging di luar kios daging.Agar masyarakat tidak panik, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemprov DKI Jakarta akan meningkatkan pengawasan di pasar-pasar tradisional, kios daging dan pasar swalayan.Selain itu, Pemprov DKI juga akan melaksanakan pengamatan dan pengawasan terhadap masukan daging-daging di pasar tradisional, kios daging dan pasar swalayan, meningkatkan koordinasi dengan karantina hewan dan Kepolisian Pengamanan Pelabuhan dan Perairan (KP3), terutama di Pelabuhan Merak.Pemprov DKI juga akan bekerjasama dengan MUI DKI Jakarta untuk mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan informasi yang benar tentang beredarnya daging celeng ini.SweepingSementara Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso memerintahkan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan sweeping celeng agar masyarakat tidak resah."Ini bukan kasus pertama, jadi tidak ada ucapan lain kecuali kita benar-benar melakukan sweeping," kata Sutiyoso.Menurut Sutiyoso, pihak kepolisian juga harus menindak biang kerok yang menyebarkan peredaran celeng menjelang puasa.Harga daging sapi di pasaran saat ini sekitar Rp 40.000 per kg. Sedangkan daging celeng sekitar Rp 15.000 per kg. Daging celeng warnanya lebih merah dibandingkan daging babi biasa. Daging babi biasa berwarna putih dan banyak lemak. Selain itu, daging celeng sangat alot, jika dimasak dalam tempo 20 menit sudah lunak. Padahal daging sapi membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Untuk mencukupi kebutuhan dagung selama puasa dan Lebaran, imbuh Edy, pihaknya telah menyiapkan 7.739 ton daging sapi, jeroan sapi impor 2.656 ton, daging ayam 16.200 ton, serta telur ayam sebanyak 12.600 ton. "Diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran," kata Edy.
(umi/sss)











































