Tiket KA 22 Oktober Laris, Calo-Petugas Kucing-kucingan
Jumat, 22 Sep 2006 11:49 WIB
Jakarta - Meski telah antre sejak pukul 04.00 WIB, ratusan calon penumpang kereta api (KA) harus gigit jari karena tidak kebagian tiket di Stasiun Senen. Calo pun beraksi dengan menawarkan tiket dengan harga dua kali lipat. Mahal!Dua loket tampak diserbu ratusan penumpang dan antrean pun mencapai 40 meter di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat (22/9/2006)."Saya sudah antre pukul 05.30 WIB. Bahkan saya tanya ada yang antre sejak pukul 04.00 WIB supaya tidak kehabisan tiket," kata Agus kepada detikcom.Kelelahan pun tampak terpancar dari wajah para calon penumpang yang mengantre. Kendati diselimuti rasa kantuk yang tak tertahankan, penumpang tetap setia berdiri mengantre.Namun ternyata setelah berjam-jam lelah mengantre, sekitar 300 penumpang terpaksa gigit jari akibat kehabisan tiket. Mereka pun terpaksa mengantre lagi pada Sabtu 23 September untuk mendapatkan tiket KA keberangkatan 23 Oktober."Saya akan datang lebih pagi biar kebagian," kata Erwin, salah seorang penumpang yang tidak memperoleh tiket.Tiket KA baik bisnis maupun eksekutif untuk keberangkatan pada 22 Oktober telah laris-manis terjual. Tiket KA yang habis adalah Argo Muria, Gajayana, bima Taksaka I dan II, Kamandanu, Gumarang Purwojaya, Jayabaya, Jayabaya Selatan, dan Bangunkarta.Nah, calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket inilah yang menjadi sasaran empuk calo-calo yang berkeliaran.Calo-calo tampak sigap merayu dan menawarkan tiket yang telah mereka kantongi. Harga yang ditawarkannya pun jelas lebih mahal. Ada yang hanya naik sekitar Rp 30-50 ribu. Bahkan ada yang dijual hingga dua kali lipat."Kami tetap cari untung namanya lagi musim rezeki dan harus hati-hati karena seringkali ada razia. Kami main kucing-kucingan. Hitung-hitung untuk biaya lelah ngantre," kata Ibu Suud, salah seorang calo kepada detikcom.Ibu Suud mengaku menjual harga tiket Taksaka I dari Rp 250 ribu menjadi Rp 300 ribu dan tiket Gajayana dari Rp 350 ribu menjadi Rp 420 ribu."Sistem online membuat calo susah beraksi," keluhnya.
(aan/sss)











































