Cegah Kudeta, Presiden Harus Sejahterakan Rakyat
Jumat, 22 Sep 2006 11:31 WIB
Jakarta -
Kudeta militer di Thailand jangan sampai terjadi di Indonesia. Mencegah hal itu, presiden perlu menggunakan mandat yang diberikan rakyat dengan cara meningkatkan kesejahteraan."Yang harus presiden tekankan adalah bukan menyakinkan semua pihak, tapi gunakan kepercayaan masyarakat dengan baik, yakni dengan menyejahterakan rakyat. Kalau rakyat tidak sejahtera, ya mereka tidak akan sabar," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin.Din mengatakan hal itu di sela seminar dan rapat kerja nasional Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammadiyah di Hotel Harris, Jalan Sahardjo, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2006).Din mengaku kurang setuju dengan langkah kudeta, baik yang dilakukan oleh militer maupun sipil. "Saya tidak bisa mengatakan mendukung atau tidak. Tapi saya sangat menyayangkan kudeta yang terjadi di Thailand, karena pendekatan kudeta itu akan mengganggu proses demokrasi," ujar dia.Din menyayangkan aksi kudeta karena ada unsur pemaksaan kehendak. "Saya berharap semoga pendekatan ini tidak diikuti baik militer maupun masyarakat sipil di Indonesia karena akan merusak persatuan dan kesatuan, di samping juga akan menimbulkan kekacauan politik karena Indonesia sangat majemuk," tegasnya.Dicecar bahwa kudeta di Thailand karena PM Thaksin Shinawatra menekan kaum muslim, Din mengatakan, apapun alasannya, bentuk kudeta tetap tidak baik. "Memang terlepas dari itu. Tapi tetap saja pendekatan seperti itu tidak baik," ujar Din.Din juga menilai wajar jika dalam suatu kesempatan Presiden SBY mengingatkan pejabat militer untuk tidak mengadakan rapat malam-malam dan kemudian pagi harinya menyatakan perang."Saya kira wajar jika seorang Presiden SBY yang baru pulang dari luar negeri merasa khawatir karena biasanya kudeta terjadi memang pada saat pemegang kekuasaan negara sedang tidak berada di tempat atau di luar negeri," terangnya.
(san/sss)










































