Fadli Zon: Soal Prabowo, Habibie Berkhayal
Jumat, 22 Sep 2006 07:22 WIB
Jakarta - Fadli Zon menuduh Habibie berkhayal mengenai peran sahabat dekatnya yakni, mantan Pangkostrad Letjen (purn) Prabowo Subianto di saat-saat peralihan kekuasaan dari Soeharto ke Habibie pada 21 Mei 1998. Tuduhan Habibie termuat dalam bukunya 'Detik-Detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi'. Buku ini berdasarkan catatan harian BJ Habibie sebelum, saat dan sesudah menjabat Presiden RI menggantikan Soeharto."Saya baru membaca sepintas. Sebagian mungkin ada benarnya, tapi sebagian lagi khayalan saja. Misalnya yang menyangkut masalah pengepungan, itu tak ada sama sekali," ungkap Fadli Zon seusai mengikuti peluncuran buku karya Habibie tersebut di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, pukul 22.40, Kamis (21/9/2006). Habibie menurut Fadli tidak melakukan pengecekan ulang terhadap informasi yang diterimanya. "Habibie sangat mudah menerima informasi tanpa melakukan rechecking, padahal itu suatu tuduhan yang sangat berat, mengepung," kata Fadli yang sekarang juga aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di mana Prabowo menjadi ketua umumnya.Jika tuduhan pengepungan itu benar adanya, maka Habibie tidak mungkin menjadi presiden menggantikan Soeharto. Justru sebaliknya, Prabowo mendukung proses reformasi konstitusional, Habibie menggantikan Soeharto."Kalau (pasukan) Kostrad atau Kopassus mengepung, maka habibie tentu tidak akan jadi presiden saat itu. Mudah sekali bagi Kostrad atau Kopassus. Tapi justru Prabowo mendukung reformasi yang konstitusional, Habibie menggantikan Soeharto," urai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri & Organisasi Internasional HKTI ini.Prabowo sendiri menurut Fadli sudah mengemukakan beberapa keberatannya terhadap isi buku itu. Tapi Prabowo belum berencana menulis sebuah buku meluruskan beberapa isi buku Habibie itu."Tapi dari beberapa keterangan yang kemarin keluar di media massa jelas tak ada ucapan 'kamu ini presiden macam apa', 'demi ayah dan mertua saya' dari mulut Prabowo," tandas Fadli.
(aba/ndr)











































