RSCM Belum Pastikan Waktu Operasi Kembar Yessa-Yessi
Kamis, 21 Sep 2006 17:46 WIB
Jakarta -
Tim dokter RSCM yang merawat kembar siam dempet dada dan perut (thorakho-abdominophagus) asal Palembang Yessa-Yessi belum bisa memastikan kapan operasi pemisahan akan dilakukan. Sebab kondisi keduanya dalam keadaan stabil kritis."Kita masih pertimbangkan kondisi bayi, menunggu kondisi maksimal dilihat dari berat badan dan umur," ujar dokter pelaksana medis RSCM Hari Purwanto dalam jumpa pers di RSCM, Jakarta, Kamis (21/9/2006).Dijelaskan Hari, dari observasi yang dilakukan tim dokter, ditemukan kelainan jantung pada kedua bayi tersebut.Pada Yessa terdapat kebocoran sekat antara serambi jantung kiri dan kanan. Jantung Yessa pun sedikit lebih besar.Sementara Yessi kondisi jantungnya lebih buruk. Hubungan antara pembuluh darah mengalami penyempitan. Terdapat kebocoran di antara sekat bilik jantung kanan dan kiri, Sehingga darah bersih bercampur dengan darah kotor. Selain itu ada penebalan di bilik jantung kanan dan posisi jantung berada di sisi kanan."Namun untuk paru-paru, limpa, dan ginjal kedua bayi lengkap dan dalam kondisi baik," imbuh Hari.Diakui Hari, bayi Yessi kompleksitas jantungnya lebih tinggi dan risiko kematian lebih tinggi. Oleh karena itu jika terjadi kolaps dan kematian pada bayi Yessi, tim dokter RSCM akan segera melakukan operasi pemisahan."Kita segera lakukan operasi darurat dengan meninggalkan bayi kedua untuk menyelamatkan bayi satu," jelas Direktur Medis dan Perawatan RSCM Yulianto.Hingga kini tim dokter masih memberikan asupan makanan seperti biasa. Kedua bayi tersebut juga diawasi ketat agar tidak melakukan kontak dengan dunia luar. Tujuannya agar tidak terjadi infeksi seperti yang sempat terjadi ketika dirawat di RSUP Mohammad Hosein Palembang.
(bal/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































