Duh! 5 Ribu Anak Jakarta Bekerja di Tempat Prostitusi
Kamis, 21 Sep 2006 16:59 WIB
Jakarta -
Memprihatinkan! Jumlah pekerja anak di Indonesia masih tinggi. Bahkan suatu survei di Jakarta menunjukkan tidak kurang dari 5 ribu anak usia di bawah 18 tahun bekerja di tempat prostitusi. Duh!Data tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif LSM Jaringan Penghapusan Pekerja Anak (Jarak) Ahmad Marzuki dalam diskusi tentang penghapusan pekerja anak di Hotel Paragon, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta, Kamis (21/9/2006).Ahmad lantas mengutip sebuah hasil survei di wilayah Jakarta yang menemukan sekitar 30 ribu anak saat ini bekerja baik di sektor industri rumah tangga maupun menjadi anak jalanan.Sedangkan di dalam suatu komunitas perdagangan narkoba di Jakarta ada sekitar 200 anak yang terlibat, dan setiap tahunnya jumlah itu tidak pernah berkurang. "Itulah yang menjadi masalah kenapa pekerja anak tidak bisa diselesaikan," jelas dia.Sebenarnya, lanjut dia, banyak cara untuk mengurangi pekerja anak. Namun hingga kini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikannya. Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah menetapkan batasan minimal anak boleh bekerja di atas 15 tahun, sehingga anak tersebut bisa bertahan di sekolah dan tidak ada anak bekerja di bawah umur 15 tahun.Sementara itu Ketua Lembaga Penelitian Universitas Atmajaya Irwanto mengungkapkan, untuk meminimalisir pekerja anak, harus ada pelayanan umum baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan. Selain itu setiap individu harus memiliki komitmen bahwa semua anak di Indonesia adalah "anak kita".Dalam kesempatan itu Irwanto menyebutkan faktor penyebab adanya pekerja anak. Antara lain, keluarga menjadikan anak sebagai aset untuk menghasilkan uang dan dijadikan sebagai barang sewaan seperti untuk mengemis, anak itu bagian dari komunitas yang diwajibkan untuk mempertahankan hidupnya sendiri, kurangnya perhatian pemerintah terhadap anak jalanan.Irwanto menyebutkan, di sektor formal, anak-anak biasanya bekerja di pabrik garmen, aksesoris dan makanan. Di sektor informal, anak-anak banyak menjadi pemberi jasa seperti menyapu, mencuci mobil hingga jasa seks, menjadi pemulung, dan jagoan kecil atau preman.
(san/sss)










































