Mulai Ramadan, Pengunjung Sarkem Harus Tunjukkan KTP

Mulai Ramadan, Pengunjung Sarkem Harus Tunjukkan KTP

- detikNews
Kamis, 21 Sep 2006 16:57 WIB
Jakarta - Menjelang Ramadan, Poltabes Yogyakarta gencar melakukan operasi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Selama Ramadan, pengunjung kawasan Pasar Kembang (Sarkem) yang menjadi tempat prostitusi, harus menunjukkan kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan mengisi buku tamu.Hal itu dilakukan oleh Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Yogyakarta untuk menekan semua pekat. Tidak hanya itu, sebelum Ramadan, beberapa tempat prostitusi dan tempat penjualan minuman keras (miras) juga dirazia petugas tiap malam selama beberapa hari terakhir. Operasi secara fisik seperti razia dan mendatangi warung remang-remang dan penjual miras dengan operasi penyitaan tidak terlalu gencar dilakukan. Cukup dengan menciptakan budaya malu pada masyarakat sehingga semua jenis pekat akan berkurang. Salah satu upaya baru yang dilakukan Poltabes Yogyakarta adalah masuk kawasan prostitusi Sarkem dengan cara menunjukkan KTP atau kartu identitas. Tujuannya agar masyarakat malu mengunjungi lokalisasi Sarkem yang berada di selatan Stasiun Tugu Yogyakarta dan barat kawasan Malioboro.Beberapa gang masuk kawasan itu, rencananya akan ditempatkan petugas gabungan dan masyarakat. Petugas tidak akan melakukan razia dengan mendatangi setiap kamar milik Pekerja Seks Komersial (PSK), tapi mendata pengunjung yang datang dan menanyakan keperluannya. "Orang yang datang kita tanyai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kita tanya keperluannya apa, mengisi buku tamu," kata Kabag Operasi Poltabes Yogyakarta Kompol Dede Alamsyah seusai rapat koordinasi penanganan pengamanan puasa di gedung DPRD Kota Yogyakarta, Jl Ipda Tut Harsono, Kamis (21/9/2006).Dede mengatakan penerapan dengan menunjukkan kartu identitas diharapkan akan melahirkan budaya malu sehingga aktivitas penyakit masyarakat berkurang. Selain itu bila dilakukan dengan cara razia secara fisik justru malah sering bocor dan gagal. Menurut dia, sebanyak enam gang masuk ke kawasan Sarkem dari Jl Pasar Kembang dan Jl Gandekan akan didirikan pos penjagaan yang dijaga lima personel. Petugas tersebut berasal dari petugas gabungan dua orang dari Poltabes Yogyakarta, satu orang dari Polsek, satu orang dari Kodim 0734 Yogyakarta atau Koramil dan satu orang petugas Polisi Pamong Praja. Pos penjagaan itu akan buka mulai Sabtu (23/9/2006) mulai pukul 20.00 sampai menjelang sahur hari Minggu (24/9/2006) pukul 02.00. Orang yang datang diwajibkan mengisi buku tamu dan menulis keperluannya apa. "Tentu saja orang akan malu kalau mau begituan harus dicatat di buku tamu," kata Dede sambil tersenyum.Dia mengatakan pos tersebut buka malam hari karena berdasar hasil survei pengunjung paling banyak pukul 20.00 sampai 02.00 WIB. Namun, kalau dalam perkembangannya siang hari diperlukan penjagaan, petugas akan disiagakan juga pada siang hari.Selain menjaga Sarkem, kata dia, selama puasa hingga lebaran pihaknya juga akan melakukan razia copet di pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo dan kawasan Malioboro. "Operasi copet akan kita lakukan selama bulan puasa penuh dengan melibatkan 250 personel, sebab menjalang lebaran banyak copet yang berkeliaran lagi," kata Dede. (bgs/asy)


Berita Terkait