Gelar Demo Soal Lumpur, Massa GMNI Bentrok dengan Wartawan

Gelar Demo Soal Lumpur, Massa GMNI Bentrok dengan Wartawan

- detikNews
Kamis, 21 Sep 2006 16:53 WIB
Surabaya - Unjuk rasa yang dilakukan puluhan orang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) soal luapan lumpur panas berakhir bentrok. Mereka bukan bentrok dengan aparat, tetapi malah bentrok dengan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik. Peristiwa ini terjadi di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jl Johar, Surabaya, Kamis (21/9/9/2006). Bentrokan yang berlangsung sekitar lima menit ini dipicu orasi salah seorang anggota GMNI yang menyatakan media massa berpihak kepada Lapindo Brantas Inc dalam pemberitaan seputar luapan lumpur di Sidoarjo.Massa GMNI sebelumnya sempat adu dorong dengan polisi yang telah mempagar betis pintu masuk kantor gubernur. Karena gagal menerobos, massa akhirnya hanya bisa orasi di jalan raya.Nah, saat orasi itulah tiba-tiba wartawan yang sedang meliput mendengar ada kalimat yang bernada melecehkan profesi jurnalis. Pers dikatakan seperti kotoran dalam pemberitaan lumpur.Wartawan yang merasa tersinggung pun berusaha meminta klarifikasi dan menyuruh GMNI meminta maaf atas tudingannnya itu. Namun entah bagaimana, tiba-tiba seorang aktivis GMNI langsung memukulkan tongkat benderanya ke seorang wartawan foto.Dan situasi pun menjadi panas sehingga bentrokan tidak bisa dihindari. Polisi yang berjaga-jaga langsung melerai dan membuat pagar betis supaya bentrokan tidak terulang. Puluhan anak GMNI pun dievakuasi dengan truk polisi.Akibat pelecehan itu, wartawan sepakat mengadukan kasus tersebut ke Polresta Surabaya Utara. Fotografer Harian Sindo, Yusuf Wibisono alias Kancil langsung diperiksa sebagai korban.Yusuf yang baru saja melepas masa lajangnya ini terkena pentungan di bagian kepalanya. Begitupula, fotografer Republika Imam, juga diperiksa sebagai saksi korban. "Kita sepakat membawa persoalan ini ke hukum. Karena tuduhan itu sudah menyinggung profesi," kata Niko, wartawan Trans TV. (gik/asy)


Berita Terkait