Ribuan Warga NTT Turun ke Jalan Tolak Eksekusi Tibo cs

Ribuan Warga NTT Turun ke Jalan Tolak Eksekusi Tibo cs

- detikNews
Kamis, 21 Sep 2006 14:29 WIB
Kupang - Lebih dari 15.000 warga di enam kota kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi menolak eksekusi mati Fabianus Tibo, Marinus Riwu dan Dominggus da Silva, Kamis (21/9/2006). Demonstrasi berlangsung damai, namun dalam pengawalan ketat aparat keamanan. Tidak ada gerakan anarkis seperti yang diisukan sebelumnya. Di Atambua, Ibukota Kabupaten Belu, aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri dipimpin langsung Uskup Anton Pain Ratu. Tokoh spiritiual yang sangat dikagumi umat Katolik ini, berapi-api membakar semangat massa untuk tetap menyerukan keadilan dan meminta pemerintah membatalkan eksekusi terhadap tiga warga kelahiran Flores itu.Aksi yang sama, dilakukan ribuan warga di Ende, Maumere, Kota Kupang, Kefamenanu, Larantuka dan Flores Timur. Ribuan warga yang datang dari desa-desa dan separuhnya hanya menggunakan kain selimut ini menyerukan agar pemerintah memberikan kesempatan bagi Tibo cs untuk menikmati udara bebas sambil mencari aktor intelektual sesungguhnya di balik kerusuhan Poso.Sementara di Kefamenanu, Timor Tengah Utara, ribuan warga menduduki kantor Kejaksaan Negeri dan menyegelnya. Aksi ribuan orang ini membuat para pemilik toko dan pusat perbelanjaan di berbagai kota di NTT menghentikan sementara aktivitasnya.Menyikapi kemungkinan munculnya situasi terburuk, Polda NTT menetapkan status Siaga I. Penetapan status siaga I ini merupakan langkah persuasif untuk mengantisipasi munculnya hal-hal yang tidak diinginkan. Di Maumere, tempat kelahiran Dominggus da Silva, lebih dari 1.000 aparat diterjunkan mengamankan wilayah tersebut.Aparat gabungan itu terdiri atas kepolisian, Brimob, dan TNI dengan membawa senjata lengkap sejak Rabu (20/9/2006) malam. Mereka bersiaga di sudut-sudut kota, kantor-kantor pemerintahan, kantor kejaksaan, kantor pengadilan dan fasilitas umum seperti terminal serta pasar.Kepala Kepolisian Resor Sikka, Ajun Komisaris Besar Endang Syafrudin, mengatakan, penetapan status siaga I dilakukan atas perintah Kapolda NTT Brigjen Pol Robert B. Sadarum. "Pasukan tambahan sudah disiapkan. Tinggal menunggu perintah untuk bergeser dari Sikka ke Maumere," kata Syafrudin. Wakil Gubernur NTT Frans Leburaya, dalam pernyataan persnya di Kupang, Kamis (21/9/2006) meminta masyarakat untuk tidak menanggapi kasus Tibo cs secara emosional. "Masalah Tibo cs adalah masalah hukum bukan masalah suku, agama, ras dan antara golongan," kata Leburaya. Dia mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat NTT untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan massa dan menyarankan untuk menerima keputusan hukum itu dengan sabar, tenang, dan ikhlas. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait