Mulai 2007, SMK Pakai Mata Pelajaran Online
Kamis, 21 Sep 2006 14:16 WIB
Jakarta - Teknologi informasi semakin berkembang. Untuk memperkaya kemampuan dan pendidikan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mulai 2007 akan dicoba penggunaan mata pelajaran online.Demikian disampaikan Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno dalam keterangan pers di Depdiknas, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (21/9/2006)."Belum semua subjek pelajaran, baru beberapa saja, seperti misalnya matematika. Dan penerapannya pun bertahap, tidak langsung semua SMK," jelas Joko.Sebagai percobaan, lanjut dia, akan diberlakukan di 2 atau 3 SMK. Meski menggunakan metode online, namun tidak lantas mengurangi tatap muka antara guru dengan siswa didik."Ini sudah banyak diterapkan di sejumlah negara, seperti Singapura. Biar ada mata pelajaran online juga, disiplin harus tetap ditata. Ini kan hanya untukmemudahkan siswa agar bisa mengakses bahan ajar di mana saja dia berada,"papar Joko.Sekarang ini, sudah 40% SMK yang telah menggunakan teknologi informasi. Sedangkan laboratorium komputer sudah ada di hampir semua sekolah.Selain penggunaan teknologi yang maksimal, penguasaan bahasa asing juga akan terus dikembangkan, mengingat di era globalisasi persaingan semakin ketat. "Minimal ada 1 SMK di kabupaten/kota yang bertaraf internasionallah sebagai referensi, sehingga bisa memandu SMK lainnya," kata Joko.Ke depannya, diharapkan SMK bertaraf internasional itu bisa berpartner dengan sekolah semacamnya di luar negeri. Dengan demikian jaringannya akan semakin luas.Dewasa ini, di Indonesia lapangan kerja yang mengalami perkembangan pesat, adalah bisnis retail, restoran, dan hotel. "Lapangan kerja banyak bergeser ke sana, jadi siswa SMK banyak dicari," tandas dia.
(nvt/)











































