Jenderal Sonthi Terapkan Aturan Baru Terhadap Media Thai
Kamis, 21 Sep 2006 13:28 WIB
Bangkok - Pemimpin militer Thailand Jenderal Sonthi Boonyaratglin akan menerapkan aturan-aturan baru terhadap pers. Salah satu aturan tersebut adalah larangan mengekspresikan opini publik.Kepala-kepala media Thai telah dipanggil untuk mengikuti pertemuan yang akan membahas regulasi baru yang diinginkan para pemimpin militer, yang menggulingkan kekuasaan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra lewat kudeta militer, Selasa 19 September lalu.Belum jelas bagaimana larangan baru itu akan diberlakukan terhadap opini publik yang terdapat dalam editorial koran ataupun internet. Namun yang sudah pasti dilakukan adalah aturan terhadap stasiun televisi yang menayangkan pesan-pesan dari pemirsa."Dia (Sonthi) akan meminta semua media untuk menghentikan penayangan pesan teks dari para pemirsa dan berhenti menayangkan ekspresi opini publik lainnya," kata seorang pejabat militer Thai seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (21/9/2006).Sondhi juga telah melarang semua bentuk penggalangan massa dan menutup sebagian besar perbatasan darat negeri itu.Sejauh ini belum ada laporan mengenai kekerasan ataupun kerusuhan sejak kudeta militer di Thailand. Begitu pula di wilayah utara Thailand yang banyak terdapat para pendukung Thaksin.
(ita/sss)











































