WNI Rasakan Kudeta di Thai Tanpa Ketegangan

WNI Rasakan Kudeta di Thai Tanpa Ketegangan

- detikNews
Kamis, 21 Sep 2006 05:25 WIB
Jakarta - Berbeda dengan kerusuhan massa tahun 1998 di Indonesia, kudeta militer di Thailand tidak membuat masyarakat dan warga negara asing mengalami ketakutan yang mencekam. Kudeta hari Selasa 19 September hampir-hampir dirasakan tanpa ketegangan.Seorang WNI yang baru mengikuti pertemuan tahunan perusahaannya di Bangkok, Yusirwan, mengakui tidak ada gejolak berarti dalam kudeta tersebut. Dia bahkan tidak menyadari adanya kudeta sampai temannya memberitahu agar mereka pulang ke hotel Marriot Resort and Spa, tempatnya menginap, karena tentara mulai turun ke jalan."Semalam saya jalan-jalan ke plaza di daerah Bangkok, tapi nggak sadar terjadi kudeta. Setelah dibertahu baru saya sadar dan langsung lihat TV internasional," ujar Yusirwan saat ditemuai detikcom setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu (20/9/2006) malam.Yusirwan juga menyatakan yang menandakan adanya kudeta di Bangkok hanyalah pengumuman melalui pengeras suara yang dipasang di dekat kantor PM Thailand. Tentara, melalui pengeras suara tersebut, meminta agar warga sipil dan mobil menjauh dari jalan utama. Jumlah tentara yang dia lihat pun hanya sedikit."Suasananya sih biasa-biasa saja. Yah, paling-paling tadi pagi semua sekolah, bank dan kantor pemerintah tutup. Jalanan pun sepi karena banyak toko yang tutup," ceritanya.Meski awalnya sempat merasa takut, namun lambat laun rasa takutnya terkikis melihat kudeta yang dinilainya berlangsung aman."Awalnya tegang juga juga, ngeri, apalagi kalau dibandingkan kayak di Jakarta sampe bakar-bakar ban. Tapi di Bangkok tidak ada seperti itu. Kudeta berjalan peacefully," tandasnya.Yusirwan juga menyatakan tidak terjadi kepanikan di kalangan WNI yang tengah berada di Bangkok. Dia juga tidak melihat eksodus WNI untuk kembali ke Indonesia. (fjr/Ari)


Berita Terkait