Selamat 'Berpetualang' di Nirwana, King of Croc... Crikey!

Selamat 'Berpetualang' di Nirwana, King of Croc... Crikey!

- detikNews
Kamis, 21 Sep 2006 00:05 WIB
Queensland - "Jika saya akan meninggal nanti, setidaknya saya ingin momen itu difilmkan." Begitulah ucapan Steve Irwin dalam wawancara dengan sebuah media tahun 2002. Tak dinyana, 4 tahun kemudian impian host 'Crocodile Hunter' itu jadi kenyataan.Pada 4 September 2006, Steve sedang berenang di atas seekor ikan pari ketika mendokumentaskan kehidupan dasar laut di Great Barrier Reef, Pelabuhan Douglas, Queensland, Australia.Tiba-tiba saja ikan pari itu menyabetkan ekornya yang berduri dan beracun. Sabetan maut itu mengenai dada Steve dan durinya menancap hingga jantung Steve. Steve mencabut duri itu dari dadanya. Tak berapa lama air laut di sekitar Steve menjadi merah oleh darahnya. Steve pun meninggal.Insiden itu terekam kamera. Persis seperti keinginannya...Ratusan juta penggemar Steve seantero jagat terhenyak dengan kepergian Steve yang begitu tiba-tiba. PM Australia John Howard pun tak sungkan-sungkan menyampaikan belasungkawa.Yup! Steve memang ikon yang cukup termashyur dari Australia karena 'kegilaannya' saat berhadapan dengan satwa liar. Aksinya melompat ke punggung buaya, memegang ular dengan satu tangan dll begitu melekat di ingatan para fansnya. Uniknya lagi, Steve tak pernah terlihat takut, bahkan gayanya sangat kocak dan menghibur. Sejumlah fans bahkan menjulukinya sebagai "King of Crocodile".Tingkahnya sungguh nyentrik dengan busana wajibnya: kemeja lengan pendek dan celana pendek warna khaki. Dia juga mempopulerkan jeritan terkejut khas Australia "Cricey!" Sekitar 50 film dokumentasi telah dibuatnya bersama Animal Planet di bawah media raksasa Discovery Channel.Episode pertama 'Crocodile Hunter' diambil saat Steve berbulan madu dengan Terri, warga AS. Bayangkan! Bulan madu diisi dengan kegiatan menangkap buaya! Program acara ini mendapat sambutan meriah dan kemungkinan telah ditayangkan di 130 negara.Kado UlarSteve sejak kecil memang sudah mengenal dunia satwa liar. Saat berulang tahun yang ke-6, Steve diberi hadiah oleh ayahnya, Bob Irwin, seekor ular sanca. Ayah Steve memang fanatik hewan reptil dan punya Taman Queensland Reptile and Fauna.Lalu pada usia 9 tahun Steve mulai memegang buaya dan menjajaki karir sebagai pemasang alat penangkap buaya yang akan direlokasi ke tempat yang lebih aman, terhindar dari dari konflik dengan manusia.Tahun 1991 Steve melanjutkan usaha ayahnya dan mengubah nama tempat usaha ayahnya menjadi Australia Zoo. Steve juga mendirikan yayasan Wildlife Warriors. Dia menentang perdagangan ilegal atas produk hewan.Namun Steve tak lepas dari kritikan. Banyak tokoh lingkungan yang menyebut Steve sebagai pembawa acara murahan. Steve juga justru dinilai sebagai penyiksa binatang lantaran dianggap mengganggu habitat satwa. Steve juga pernah disorot tajam pada tahun 2004 lantaran menggendong putranya, Bob yang baru berusia 1 bulan sewaktu memberi makan buaya. Steve mengklaim anaknya tidak dalam bahaya dan Steve tidak pernah dikenakan pasal kriminal.Meski demikian acara Steve tidak kurang penggemar. Tercatat 200 juta orang seantero jagat menyaksikan acaranya. Itu sebabnya banyak yang merasa kehilangan Steve.Steve yang meninggal di usianya yang ke 44 dimakamkan di Australia Zoo pada 9 September. Dia meninggalkan istrinya Terri (42), putrinya Bindi Sue (8), dan Bob (3). Api unggun dinyalakan usai pemakaman, lalu keluarga dan teman Steve saling berbagi cerita dan kesan tentang Steve.Upacara untuk fans Steve kemudian digelar pada 20 September 2006. Tercatat 5.500 orang hadir di Crocoseum, Australia Zoo. Lebih dari 1.000 orang merupakan tokoh terkemuka Australia. Turut hadir PM Australia John Howard dan Kepala Negara Bagian Queensland Peter Beattie. Bintang Hollywood asal Australia Russel Crowe menyampaikan kesan melalui rekaman video.Bagi yang tidak kebagian tiket, ada 2 layar besar dipasang di Brisbane dan Sunshine Coast. Upacara ini juga ditayangkan secara langsung oleh Animal Planet dan sejumlah stasiun televisi Australia, AS, dan Asia.Habis sudah cerita tentang Steve? Tidak juga. Putrinya, Bindi bertekad melanjutkan petualangan ayahnya. Bocah 8 tahun ini bahkan memang sudah punya acara sendiri yakni 'Jungle Girl'. Bindi benar-benar mewarisi jiwa dan nyali Steve berinteraksi dengan satwa liar. Bahkan Bindi ingin berenang bersama ikan pari raksasa yang seukuran dengan ikan pari yang telah mengantar ayahnya ke Nirwana."Saya tidak ingin hasrat ayah saya ini berakhir. Saya ingin seperti dia. Saya punya ayah terbaik di dunia ini dan saya akan merindukannya setiap hari. Setiap saya melihat buaya, saya selalu teringat dia," ucap Bindi yang terlihat tangguh dan tabah di hadapan ribuan orang saat menyampaikan kesan dalam upacara mengenang ayahnya.Selamat jalan Steve... Selamat 'berpetualang' di Nirwana... Crikey! (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads