Lagi, Gajah Liar Riau Tewas
Rabu, 20 Sep 2006 19:43 WIB
Pekanbaru - Untuk kesekian kalinya konflik gajah dengan manusia kembali terjadi di Riau. Kali ini satu ekor gajar liar ditemukan membusuk. Diduga gajah ini sengaja diracun warga. Hal itu diungkapkan Aktivis WWF Riau, Nurchalis Fadli saat dihubungi detikcom, Rabu (20/9/2006). Bangkai gajah itu ditemukan di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. Lokasinya tak jauh dari areal Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi milik Sinar Mas Group."Kita perkirakan gajah liar yang mati ini merupakan kelompok gajah yang selama ini berada di areal perluasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kita sendiri belum mengetahui secara pasti penyebab kematian gajah liar ini," ujar Fadli. Namun dia memperkirakan, gajah mati tidak terlepas dari masalah konflik yang berkepanjangan antara manusia dan satwa yang dilindungi itu. Dengan ditemukan bangkai gajah tersebut, maka hal itu menambah deratan panjang atas kematian gajah di Riau. Sejumlah informasi yang dihimpun detikcom, tak jauh dari penemuan bangkai gajah liar ini ditemukan kotak racun Timex yang selama ini dipergunakan warga di sekitarnya sebagai racun tikus. Di samping itu, semak belukar di sekitarnya sengaja dibakar yang diduga bertujuan untuk membakar bangkai gajah guna menghilangkan barang bukti. Sementara itu, Kepala Seksi I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Nukman kepada detikcom mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kematian gajah liar itu. Selain itu, pihaknya juga sulit mengetahui jenis kelamin gajah tersebut. Sebab, kepala gajah sendiri sudah tidak utuh bentuknya yang diduga sudah dipotong terlebih dahulu."Dengan hilangnya bagian kepala gajah ini, kita sulit untuk mengenali jenis kelaminnya. Kita juga sulit untuk memprediksi berapa usia gajah tersebut. Apalagi kondisi tubuh gajah sudah menyusut kecil kerana pembusukan," kata Nukman.
(asy/nrl)











































