H-7 Jalur Mudik Bebas Lubang

Menteri PU:

H-7 Jalur Mudik Bebas Lubang

- detikNews
Rabu, 20 Sep 2006 18:32 WIB
Jakarta - Para pemudik tidak perlu takut lagi kendaraannya terperosok lubang di jalanan. Mulai H-7 semua jalur mudik di pantura Jawa dan jalur lintas timur Sumatera dijamin mulus.Begitulah janji Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, usai rapat kerja dengan Pansus RUU Penataan Ruang DPD RI di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/9/2006)."Pada H-7 orang sudah mulai mudik, saat itu semua lubang sudah tertutup. Tapi dengan catatan belum semuanya diaspal," kata Djoko.Jangan kecewa dulu. Menurut Djoko, meski sebagian belum diaspal namun jalur mudik tersebut cukup aman untuk dilalui kendaraan. Jadi para pengemudi tidak perlu repot-repot menghindarinya."Tapi paling tidak, kalau dari jalan yang mulus kemudian ke jalan yang belum beraspal tetap saja bisa jalan 60 km per jam," ujar Djoko.Proses penutupan lubang di jalur utama mudik, yakni dari Jambi, Lampung, Jakarta sampai Surabaya terus berlangsung. 85 persen di antaranya sudah selesai dilakukan. Diperkirakan dalam waktu 1 sampai 2 minggu lagi semuanya akan selesai.Jalur mudik secara keseluruhan akan mulus pada tahun 2008. Untuk saat ini, target pengerjaan adalah agar jalan rata dan tidak bergelombang."Nanti pada tahun 2007 yang beraspal sudah makin banyak, jalan kerikil makin pendek. Jadi kelar dan mulus semua pada tahun 2008," tutur Djoko.Tol Gempol DibukaMengenai kekhawatiran banyak pihak bahwa jalan tol Gempol akan ditutup akibat lumpur Lapindo, Djoko menegaskan, pihaknya akan berusaha saat musim mudik tiba tol Gempol tetap dibuka. Karena itu yang perlu dilakukan saat ini adalah memperkuat tanggul di sisi jalan tol tersebut."Tapi meski di buka, tetap akan disiapkan jalan alternatif. Salah satunya lewat Mojokerto," kata Djoko.Djoko juga mengungkapkan, pihaknya akan mengambil berbagai langkah jika masalah lumpur ini tidak juga bisa diselesaikan. Salah satunya adalah merelokasi tol Gempol."Rencananya jalan tol akan dipindah ke sebelah barat. Kita sudah meminta pihak Jasa Marga untuk mencari lokasi yang paling murah pembebasan tanahnya," ungkap Djoko. (djo/san)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads