Bayi Kembar Siam Kepala Dua di NTT Gagal Diselamatkan

Bayi Kembar Siam Kepala Dua di NTT Gagal Diselamatkan

- detikNews
Rabu, 20 Sep 2006 15:13 WIB
Kupang - Bayi kembar siam berkepala dua yang lahir melalui operasi caesar di RSUD Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) gagal diselamatkan. Bayi ke-enam dari pasangan Maksimus Jenahat (37) dan Maria Margaretha Hanafi (30), warga Desa Arus, Kecamatan Pocoranaka, Kabupaten Ruteng, lahir Selasa (19/9/2006) kemarin. Diduga bayi kembar siam ini sudah meninggal dalam kandungan karena pada saat dilahirkan sudah tidak bernyawa. Bayi berkelamin perempuan tersebut memiliki berat badan 3,6 kilogram. Sumber dari RSUD Ruteng yang dihubungi Rabu (20/9/2006) mengatakan, kondisi fisik bayi tergolong aneh karena meski memiliki dua kepala, tetapi anggota tubuh yang lain normal seperti bayi lainnya. "Kepalanya ada dua, dengan leher terpisah dari badan. Tetapi kaki dan tangan satu pasang," kata sumber itu.Kepala Seksi Pelayanan RSUD Ruteng, dr. Dupe Nababan, yang dikonfirmasi di Ruteng membenarkan kelahiran bayi kembar siam itu. "Bayi tersebut sudah tidak bernyawa saat dilahirkan melalui operasi caesar. Namun ibunya selamat dan masih menjalani perawatan medis," kata Nababan. Menurut dia, Ny. Maria masuk rumah sakit sejak hari Minggu lalu setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di salah satu puskesmas pembantu. "Karena gagal melahirkan di Puskemas, maka Ny. Maria direkomendasikan ke RSUD Ruteng," lanjut Nababan.Sumber lain menyebutkan, sebelum mendapat pertolongan medis, Ny. Maria sempat meminta bantuan dukun bersalin untuk membantu melancarkan proses persalinan. Ketua tim medis yang membantu operasi kelahiran bayi berkepala dua tersebut, dr. Mega Putera, yang dihubungi terpisah mengatakan, kemungkinan besar bayi tewas dalam kandungan tiga hari sebelum dirujuk ke rumah sakit. Menurut dia, bayi tersebut memiliki dua kepala dan satu badan karena dibentuk dari satu sel, namun pembelahan baru terjadi pada pekan kedua kehamilan. Jenazah bayi kembar siam tersebut sudah di kembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan di Desa Arus, Kecamatan Pocoranaka, 30 kilometer arah timur laut Ruteng. (asy/)


Berita Terkait