Ba'asyir: Kalla Bicara Tanpa Ilmu

Ba'asyir: Kalla Bicara Tanpa Ilmu

- detikNews
Rabu, 20 Sep 2006 14:52 WIB
Makassar - Pernyataan Jusuf Kalla tentang pelaksanan syariat Islam tidak harus dibarengi dengan Peraturan Daerah (Perda) Syariat, dianggap sebagai perkataan yang tidak dibarengi ilmu. Demikian pendapat Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir. Hal ini diungkapkan Abu Bakar Ba'asyir ketika menghadiri Milad VI Komite Persiapan Penegak Syariat Islam (KPPSI) di Masjid Baiturrahman, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (20/09/2006). "Saya baca koran di pesawat. Di situ Pak Yusuf Kalla menyebutkan bahwa syariat Islam bisa berjalan tanpa Perda syariat. Ini bicara tanpa ilmu," ucap Ba'asyir sambil tertawa. Menurut Ba'asyir, jika tanpa aturan, berarti memberi kelonggaran yang luas. "Kelonggaran itu seperti yang mau salat ya silahkan, yang tidak mau salat ya silakan juga. Itu sama saja melecehkan," tutur Ba'asyir. Ba'asyir lebih lanjut mengaskan bahwa aturan harus tegas. Penegakan syariat harus seperti penegakan aturan lampu merah dalam berlalu lintas. "Jika lampu merah, dan ada kendaraan yang lewat, polisi harus menyemprit, memburu dan memberi hukuman. Sama dengan pelaksanaan syariat," katanya. Di depan sekitar 500 orang peserta Milad, Ba'asyir menerangkan bahwa syariat Islam harus dilaksanakan dalam bentuk hukum positif. "Ndak bisa ditawar-tawar lagi, kalau ingin selamat," ucapnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads