Perayaan Pagerwesi di Bali Hikmat
Rabu, 20 Sep 2006 13:39 WIB
Denpasar - Pulau dewata yang dikenal dengan seribu pura identik dengan upacara keagamaan. Hari ini, Rabu (20/09/2006) umat Hindu merayakan hari raya Pagerwesi. Uniknya, Pagerwesi hanya dirayakan secara meriah di Bali utara, yakni di Kabupaten Buleleng.Pagerwesi adalah hari raya umat Hindu yang jatuh setiap hari Rabu setiap 210 hari atau 7 bulan. Pagerwesi merupakan rentetan hari raya menjelang Galungan dan Kuningan.Pagerwesi merupakan momen umat Hindu untuk membentengi diri dari segala godaan. Umat Hindu melakukan pemujaan terhadap Shang Hyang Widi Wasa, dewa-dewa, dan pitara memohon perlindungan dan karunia untuk kesejahteraan lahir batin. Sebagai bentuk ritual, umat Hindu melakukan persembahyangan di pura mulai pagi hari hingga siang hari. Uniknya perayaan Pagerwesi hanya dirayakan secara meriah di Kabupaten Buleleng, layaknya perayaan hari raya besar Galungan, yang jatuh 29 November 2006. H-1 Pagerwesi, umat Hindu di Buleleng memotong ternak, yaitu babi dan ayam secara urunan bersama tetangga. Daging yang diperoleh digunakan untuk bahan upacara berupa sesaji yang akan dihaturkan. Tepat Pagerwesi, umat Hindu memulai ritual persembahyangan dimulai dari pura keluarga, perkantoran, sekolah, pura desa atau Jagatnatha. Ritual kemudian dilanjutkan ke kuburan (setra). Dari pantauan detikcom di Buleleng, ribuan umat Hindu memadati kuburan Buleleng. Mereka bersembahyang di Pura Dalem kemudian menghaturkan sesaji di makam anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Usai memanjatkan mantra dan doa, setelah istirahat beberapa sambil bercengkrama, mereka melaksanakan tradisi, yaitu makan bersama-sama di samping makam keluarga. Usai melakukan persembahyangan, umat Hindu di Buleleng berkunjung untuk bersilaturahmi ke kerabat dilanjutkan dengan acara santai ke tempat wisata.
(asy/)











































