Gunung Talang Belum Reda, Warga Diminta Waspadai Aliran Sungai

Gunung Talang Belum Reda, Warga Diminta Waspadai Aliran Sungai

- detikNews
Rabu, 20 Sep 2006 12:58 WIB
Padang - Sejak statusnya dinaikkan menjadi siaga beberapa waktu lalu, aktivitas vulkanik Gunung Talang (2.597 mdpl) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) terus berfluktuasi. Hingga Rabu (20/9/2006) aktivitas vulkanik gunung Talang masih belum menurun, tapi juga tidak mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya.Demikian disampaikan Petugas Pengamat Gunung Talang, Dalipa, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (20/9/2006). Menurut dia, hingga kini Talang masih masih menimbulkan serentetan gempa vulkanik dan hembusan asap, namun belum pernah mengeluarkan letusan."Kita minta warga yang bermukim di sekitar gunung untuk tidak mendekati kawah gunung, setidaknya dalam radius 3 kilometer. Kita juga minta warga untuk mewaspadai seluruh aliran sungai yang berasal dari gunung Talang untuk menghindari kemungkinan terjadinya longsor atau tumpahan material lainnya dari puncak gunung," ujarnya.Dikatakan Dalipa, dalam 24 jam terakhir, pihaknya mencatat Talang telah menimbulkan 5 gempa vulkanik dalam, 1 gempa vulkanik dangkal, 5 gempa lokal, 5 gempa tektonik jauh, 22 hembusan dan tremor terus menerus."Saat ini, petugas pengamat gunung Talang dan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung masih terus melakukan penelitian di gunung Talang. Sejauh ini, kami belum merekomendasikan mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar gunung ke pengungsian," kata dia.Sementara itu, Bupati Solok Gusmal kepada detikcom beberapa waktu lalu mengatakan telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk bila sewaktu-waktu gunung Talang benar-benar meletus. Langkah tersebut, antara lain dengan menyiapkan enam kecamatan sebagai lokasi pengungsian. Enam kecamatan tersebut, yakni, Bukit Sundi, Payung Sakaki, Kubuang, Danau Kembar, Lembah Gumanti dan Gunung Talang. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait