Menhan Pastikan Pembelian 32 Panser Prancis Tanpa Tender

Menhan Pastikan Pembelian 32 Panser Prancis Tanpa Tender

- detikNews
Rabu, 20 Sep 2006 12:45 WIB
Jakarta - Meski masih menimbulkan perdebatan, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono memastikan pembelian 32 panser jenis VAB buatan Prancis yang akan digunakan pasukan perdamaian TNI di Libanon akan direalisasikan dengan penunjukan langsung."Positif tanpa tender. Melalui penunjukan langsung. Panser disesuaikan dengan spesifikasi, mesin dan peralatan yang baru," jelas Juwono usai membuka seminar pertahanan di Hotel Shangri-La, Pejompongan, Jakarta, Rabu (20/9/2006).Ditambahkan Juwono, panser yang akan dibeli tersebut merupakan produksi terakhir yang dibuat tahun 2002. Harga dasar (belum dilengkapi perlatan dan senjata) panser itu tidak lagi sebesar 335 ribu euro, tapi berkisar antara 305 ribu euro sampai 310 ribu euro.Namun, lanjut Juwono, bila panser itu dilengkapi berbagai peralatan dan persenjataan, harganya menjadi bervariasi. Untuk panser jenis Armored Personnel Carrier (APC) harganya sebesar 600 ribu euro, panser ambulans sebesar 450 ribu euro, dan panser komando sebesar 600 ribu euro.Mengenai keberatan DPR atas penunjukan langsung dalam pembelian panser, Juwono menegaskan, saat ini DPR sudah bisa memahami, karena TNI mebutuhkan panser tersebut untuk digunakan dalam operasi lainnya."Pembelian melalui penunjukan langsung berdasarkan Keppres 80/2003 dan Kepmenhan 6/2006 tentang pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dephan. Selain itu juga permintaan dari PBB," urainya.Juwono juga membantah jika momen pengiriman pasukan perdamaian TNI ke Libanon digunakan untuk pembelian senjata. Dana pembelian diambil dari Pos 69 seperti yang telah disepakati antara Panitia Anggaran DPR dengan Menteri Keuangan pada 6 September lalu."Pembelian ini untuk pemantapan kekuatan TNI khususnya kesatuan Kostrad dan bisa digunakan di wilayah rawan. Pembelian itu tidak akan mengganggu APBN 2007 untuk pertahanan," tandasnya. (bal/)



Berita Terkait