Anan Kritik Kudeta Thailand
Rabu, 20 Sep 2006 06:40 WIB
New York - Kudeta Thailand terjadi ketika PM Thaksin Shinawatra menghadiri sidang Majelis Umum PBB di New York. Kritik pun dilontarkan Sekjen PBB Kofi Anan."Kita adalah organisasi yang selalu mendukung pergantian pemerintahan melalui cara-cara demokratik melalui kotak surat pemilihan, bukan dengan senjata," ujar Anan kepada CNN seperti dilansir dari AFP, Rabu (20/9/2006).Pria asal Afrika ini pun mendesak rakyat Thailand agar tetap tenang. Dia yakin Thailand mampu kembali mengusung nilai-nilai demokrasi."Pada dekade lalu masyarakat Thailand mendirikan demokrasi yang solid dan institusi di bawah raja. Saya yakin merekamampu memperbaiki institusi dan kembali ke sistem demokrasi sesegera mungkin," ujar Anan optimis.Usai mengambil alih kekuasan PM, Pemimpin Militer Thailand Jenderal Sonthi Boonyaratglin bersama pasukan militer membekukan konstitusi dan memberlakukan martial law.Thaksin yang sedianya akan memberika pidato dihadapan sidang Majelis Umum PBB akhirnya membatalkan rencana itu. Dia tidak mengatakan langsung bahwa pembatalan ini akibat kudeta yang terjadi.
(nvt/)











































