10.000 Orang Tuntut PM Hungaria Mengundurkan Diri
Rabu, 20 Sep 2006 06:08 WIB
Budapest - Setelah jatuhnya komunis, situasi Hungaria semakin memburuk. Apalagi PM Hungaria Ferenc Gyurcsany dituding membohongi publik terkait kondisi ekonomi negara. 10.000 Orang lantas menuntut Gyurcsany mengundurkan diri.Aksi yang dilakukan masyarakat ini adalah yang kedua, setelah Senin 18 September kemarin. Demikian seperti dilansir dari AFP, Rabu (20/9/2006).Pada Senin malam, warga menduduki gedung televisi pemerintah yang terletak di jantung kota Budapest.Selasa (19/9) siang, protes anti-pemerintah dengan skala lebih kecil terjadi di beberapa kota. Saat hari menjelang malam, mereka berbondong-bondong memadati halaman Gedung Parlemen, dan melakukan long march ke alun-alun kota yang tak jauh dari stasiun radio pemerintah.Meski demikian, Gyurcsany mengatakan pada stasiun televisi pemerintah bahwa dia tidak akan mengundurkan diri. Lebih dari 10.000 orang meminta pemerintah Hungaria untuk mundur. Ini adalah malam kedua melakukan aksi, sejak makin buruknya situasi negara karena jatuhnya komunis.Mereka mengibarkan bendera Hungaria di luar gedung parlemen. Massa berteriak agar PM Ferenc Gyurcsany mengundurkan diri karena membohongi publik soal keadaan perekonomian negara.Huru-hara anti-pemerintah ini mengakibatkan 150 orang terluka pada senin malam, ketika mereka berhamburan dan menduduki gedung televisi pemerintah di jantung kota Budapest, satu blok dari gedung parlemen.Protes anti pemerintah denga skala yang lebih kecil juga terjadi di beberapa kota di Hungaria sepanjang Selasa. Para pengunjuk rasa lalu berkumpul di depan Gedung Parlemen pada malam harinya dan melakukan long march ke alun-alun kota dekat stasiun radio pemerintah.Gyurscany dengan nada menantang mengatakan pada televisi pemerintah bahwa dia tidak mungkin mengundurkan diri.Kerusuhan mulai terjadi saat sebuah radio menyiarkan sebuah rekaman diskusi tertutup antara Gyurcsany dan deputinya pada Mei lalu. Dalam diskusi, Gyurcsany mengakui adanya kebohongan masalah ekonomi.Dalam rekaman diketahui pula bahwa Gyurcsany mengakui pemerintahannya tidak dapat menyelesaiakan apapun pada 18 bulan terkahir. Kebohongan ini dilakukan agar dia bisa memenangkan kembali pemilihan umum di negara yang tingkat defisitnya paling tinggi di Uni Eropa itu.Sementara itu, pemimpin oposisi dari Partai Konservatif, Viktor Orban, juga meminta Gyurcsany meletakkan jabatannya. Bahkan di parlemen, Orban sangat gencar menyuarakan semangat anti-sosialis.Orban mengatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah tidak populer dalam meningkatkan perekonomian negara. Dia mencontohkan adanya kebijakan meningkatkan pajak, dan pemotongam subsidi bahan bakar.
(nvt/)











































