Sonthi, Pemimpin Kudeta Thailand yang Dekat dengan Raja
Rabu, 20 Sep 2006 04:32 WIB
Bangkok - Pemimpin kudeta di Thailand, Jenderal Sonthi Boonyaratglin, adalah muslim pertama yang memimpin militer di sebuah negara dengan mayoritas penduduk beragama Budha. Dia pun dikenal dekat dengan kerajaan.Dalam deadlock politik yang terjadi di Thailand, Sonthi kerap menjadi suara tidak resmi Raja Bhumibol Adulyadej. Demikian seperti dilansir dari AFP, Rabu (20/9/2006)."Di negara ini sedang berlangsung sebuah masalah yang belum terselesaikan sejak bertahun-tahun lalu, dan membuat saya khawatir," ujar pria 59 tahun ini kepada koran lokal Thailand.Dikatakan dia, sebagai prajurit sejati, Shonti akan selalu memegang teguh segala nasihat dan ucapan raja.Saat situasi politik di Thailand semakin memburuk, tersiar rumor bahwa Shonti akan melakukan kudeta. Rumor ini menghiasi halaman depan sejumlah surat kabar. Dia pun berkali-kali menyangkal, sekaligus mengungkapkan keprihatinan akan kerusuhan sipil yang terjadi.Karena memiliki hubungan yang cukup dekat dengan istana, dan memegang peran besar dalam kudeta pemerintahan Thailand, lantas muncul interpretasi bahwa sebenarnya Raja Thailand tidak senang dengan situasi politik yang terjadi dibawah pemerintahan Thaksin. Namun hinga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah kudeta ini mendapat dukungan Raja Bhumibol.Para diplomat yang berada di Bangkok mengaku ketakutan dengan gerakan perlawanan yang terjadi di Thailand. Apalagi adanya dugaan keras plot pembunuhan Thaksin secara sembunyi-sembunyi pada Agustus lalu. 5 Orang militer termasuk pejabat senior lantas ditangkap.Sonthi, pria yang pernah diberi tanda jasa sebagai veteran perang, dikenal publik memiliki perselisihan dengan Thaksin. Dia adalah lulusan Akademi Militer Chulachomklao. Setelah itu, Shonti menjadi pimpinan berbagai kesatuan tinggi seperti Komando Khusus Perang.
(nvt/)











































