Lumpur Lapindo Bakal Banjiri 8 Desa Lagi
Selasa, 19 Sep 2006 19:26 WIB
Jakarta - Semburan lumpur panas Lapindo Brantas diperkirakan masih akan membanjiri 8 desa di Sidoarjo. Saat ini semburan lumpur semakin besar mencapai 128ribu meter kubik setiap hari."Lumpur tidak mati-mati, ini bakal membanjiri 8 desa lagi" kata Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)Trijana Kartaatmadja dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa(19/9/2006).Trijana mengatakan, penduduk harus direlokasi dari area terendam lumpur, sebab lahan tempat penampungan lumpur memiliki kemungkinan tipis untukmenjadi daerah layak huni. "Kondisi sekarang sudah tidak layak dihuni, sehingga penduduk harus direlokasi," katanya.Menurut Trijana, kondisi terkini di Lapindo adalah selubung diameter 13,8 inci sudah dimasukkan dengan kedalaman 610 kaki. Sementara pemboran reliefwell mundur hingga 40 hari karena masalah lumpur permukaan tidak tertangani. Pola semburan yang semula diprediksi rata ternnyata berfluktuasi sehingga perlu penanganan lebih lanjut.Dalam kasus semburan lumpur diperkirakan terjadi 3 fenomena. Fenomena luapan bawah tanah (underground blow out), gunung lumpur (mud vulcano), dan geothermal. Namun ketiga fenomena itu masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.Trijana menambahkan, pada 18 September tim pengarah sudah melakukan rapat. Intinya, lumpur permukaan jangan sampai mengganggu lingkungan. Pembuatan 5kolam dengan luas total 354 hektare belum siap. Akibatnya, daerah Jatirejo dalam posisi terjepit sehingga memiliki kemungkinan untuk direlokasi.Trijana mengatakan, lumpur akan dipindahkan ke Kali Mati. Menurutnya, Gubernur Jawa Timur sudah mengadakan persiapan untuk pembuangan tersebut."Kalau (lumpur) sudah dipindahkan, beban akan berkurang. Jatirejo 1.080 penduduk. Diperkirakan akan lebih banyak desa yang terendam sampai denganDesember, apalagi bila terjadi hujan," imbuhnya.Kepala BP Migas Kardaya Warnika di tempat yang sama menegaskan, penanganan bencana Lapindo harus diprioritaskan pada penanganan lumpur permukaan.Lumpur Lapindo sudah mengganggu sehingga harus ditangani. "Skenario apapun yang akan dilakukan, lumpur itu (tetap) mengganggu. Lumpurnya harusdibuang dulu, jika tidak pematian semburan lumpur tidak bisa dilakukan," tandasnya.Ketua Komisi VII DPR RI Agusman Effendi mengatakan, pihaknya akan memanggil Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. "Kita akan agendakan. Tadi malam rapat dengan tim pengarah dan dinyatakan kondisi darurat sudah berlangsung sejak 2 Mei," jelasnya.
(jon/)











































