2 Informan Babak Belur Dianiaya Aparat Polsek Ciledug
Selasa, 19 Sep 2006 16:23 WIB
Jakarta - Layaknya informan atau 'cepu' biasanya dilindungi aparat induk semangnya, tapi kejadian naas menimpa Hendro Siantoro (25) dan Suhartono (27) alias Pentil. 2 Informan ini justru dianiaya polisi Polsek Ciledug yang biasa dipasok informasi kriminal dari mereka.Sebelum dianiaya, keduanya dipaksa mengaku terlibat dalam sebuah perampokan di wilayah Tangerang.Saat itu, pada 16 September 2006 pukul 22.00 WIB, Hendro mendapat telepon dari Kanit Reskrim Polsek Ciledug Iptu Krisni Widodo yang memintanya datang ke Polsek.Setelah datang, Hendro malah dituduh terlibat dalam sebuah perampokan di wilayah kerja Polsek Ciledug."Waktu itu pelaku aslinya dipaksa mengaku kalau saya dan Pentil terlibat dalam perampokan itu," kata Hendro usai melapor ke Propam Polda Metro Jaya di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (19/9/2006).Di Polsek Ciledug, Hendro dan Pentil dianiaya Bripka Joko, Bripka Andreas Bripka Supri, Bripka Badri, dan Bripka Sagala.Hendro dipukuli sampai babak belur. Bahkan Bripka Joko sempat mengeluarkan ganja dari kantong celananya dan menghisapkan.Sambil menghisap ganja, tutur Hendro, Bripka Joko sempat mengatakan, "Sambil ngegele (menghisap ganja), ngegebukin kamu enak kali ya."Setali tiga uang, tubuh Pentil juga babak belur karena mendapat perlakuan serupa. Bahkan Pentil sempat ditelanjangi pada pukul 03.00 WIB di sebuah lapangan di daerah Tangerang, dan disetrum kemaluannya.Sementara anaknya disiksa, ibunda Hendro, Ariesniyati, resah menunggu anaknya yang tidak pulang-pulang. Pada Senin 18 September, ia lalu mencari anaknya ke Polsek Ciledug dan akhirnya bisa membawa Hendro dan Pentil pulang pada sore harinya.Atas tindakan semena-mena aparat Polsek Ciledug itulah, Hendro dan Pentil didampingi Ariesniyati melaporkan penganiayaan tersebut ke Propam Polda Metro Jaya.Sebelumnya tindakan main hakim sendiri juga sempat menimpa Kurniawan, tukang parkir di kolam renang Perumahan Puri Gading, Jatiasih, Bekasi. Kurniawan dianiaya aparat Polsek Jatiasih dengan tudingan melakukan pencurian motor yang disangkal pemuda tersebut. Penganiayaan ini juga sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
(umi/)











































