PM Hungaria Berbohong, Ribuan Warga Berdemo
Selasa, 19 Sep 2006 13:27 WIB
Budapest - Ribuan warga menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak mundurnya Perdana Menteri (PM) Hungaria Ferenc Gyurcsany. Aksi protes ini berubah ricuh setelah para pendemo bentrok dengan polisi antihuru-hara.Dalam aksinya, massa yang marah membakar gedung televisi negara Hungaria. Sebelumnya mereka berdemo di luar gedung parlemen nasional seraya meneriakkan, "PM Gyurcsany pembohong!"Beberapa pendemo melemparkan botol-botol dan batu ke arah polisi. Polisi pun menembakkan gas air mata untuk berusaha membubarkan aksi massa yang diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Demikian seperti diberitakan Xinhua, Selasa (19/9/2006).Kantor berita resmi Hungaria, MTI, yang mengutip kepolisian memberitakan, 102 polisi terluka dalam bentrok massa itu. Demo besar-besaran ini dipicu oleh bocornya rekaman pengakuan kontroversial PM Gyurcsany.Dalam rekaman itu, Gyurcsany mengakui, dirinya dan Partai Sosialis pimpinannya telah berbohong mengenai anggaran pemerintah demi memenangkan pemilihan umum April lalu.Dalam sebuah rapat partai, Gyurcsany membeberkan, "Kita payah, tidak ada negara Eropa yang telah melakukan hal idiot seperti kita. Kita telah berbohong selama dua tahun terakhir," cetus Gyurcsany dalam rekaman yang bocor ke publik itu.Namun kepada televisi lokal, ATV, Gyurcsany menegaskan, pernyataannya bahwa "kita berbohong" tidak mengacu ke seluruh perekonomian negara, melainkan tentang kebohongan umum selama beberapa tahun.Kelompok oposisi utama di Hungaria, Fidesz dan sekutunya, Christian Democrat KDNP menyerukan pemerintahan PM Gyurcsany untuk mundur. "Pemerintahan harus mundur, Ferenc Gyurcsany tidak diinginkan dalam politik Hungaria," cetus Tibor Navracsics, pimpinan Fidesz.
(ita/)











































