Paus Benedictus Tulis Sendiri Pidato Kontroversial

Paus Benedictus Tulis Sendiri Pidato Kontroversial

- detikNews
Selasa, 19 Sep 2006 11:54 WIB
Vatikan - Sifat otoriter Paus Benedictus XVI dituding sebagai penyebab kontroversi pidato yang memancing kemarahan umat muslim di dunia. Pemimpin tertinggi gereja Katolik itu bersikeras menulis sendiri teks pidatonya.Tidak seperti pendahulunya mendiang Paus Yohanes Paulus II, yang selalu bekerja sama dengan sekelompok penasihat terpilih saat menyusun pidato penting.Meski kemudian draf akhir dibagikan Paus Benedictus kepada para pembantunya, namun menurut sejumlah penasihat senior Vatikan, tidak ada seorang pun yang cukup berani untuk mengatakan kepada Paus bahwa dia membuat kesalahan."Pidato itu dilihat oleh beberapa orang di sekretariat Vatikan dan mereka sedikit terkejut dengan itu, namun memutuskan bahwa itulah yang ingin dikatakan Paus," kata Pastur Daniel Madigan, Direktur Studi Agama dan Kebudayaan di Universitas Pontifical Gregorian di Roma, Italia seperti dikutip harian Inggris, Telegraph, Selasa (19/9/2006).Sejak kepergian Uskup Michael Fitzgerald untuk menjadi utusan kepausan di Mesir, tinggal sedikit pejabat tinggi Vatikan yang ahli soal Islam yang dekat dengan Paus.Menurut Robert Mickens, koresponden Vatikan untuk Tablet, sebuah koran Katolik, masalah terbesar adalah kurangnya pemeriksaan dan keseimbangan di bawah kepemimpinan Paus Benedictus. Menurutnya, Paus dikelilingi oleh sekelompok orang penurut yang sangat mengagungkan Paus sehingga tidak bakal menantangnya.Sementara dulu semasa kepimpinan Paus Yohanes Paulus II, almarhum selalu dibimbing oleh Kardinal Angelo Sodano, mantan sekretaris Vatikan yang mengundurkan diri bulan ini ataupun oleh Joaquin Navarro Valls, sekretaris pers Vatikan yang telah menjabat selama 22 tahun sebelum mundur beberapa waktu lalu.Kardinal Tarcisio Bertone yang telah dipilih sebagai sekretaris Vatikan yang baru, tidak pernah memiliki pengalaman diplomatik. "Itu mengirimkan pesan bahwa Vatikan memang tidak begitu peduli dengan diplomasi," ujar seorang pastur senior di Roma.Menurut sumber Vatikan, Kardinal Bertone memang lemah dalam menjalankan tugasnya. Beberapa waktu lalu, dia secara terbuka pernah menyatakan bahwa pekerjaannya semata-mata untuk menjalankan kehendak Paus. (ita/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads