Banjarsari yang Mulai Ditinggalkan

Banjarsari yang Mulai Ditinggalkan

- detikNews
Selasa, 19 Sep 2006 07:44 WIB
Jakarta - Kampung hijau itu tidak lagi diperhatikan pemerintah setelah menjadi percontohan pengolahan sampah di 1996. Namun kampung Banjarsari yang berada di selatan Jakarta ini terus berusaha mempertahankan keasriannya. "Biaya perawatan dan penghijauan dari swadaya masyarakat saja. Tidak dibiayai oleh pemerintah daerah," ujar Ketua Rw 08 Banjarsari Cilandak Jakarta Selatan, Nur Jaya saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/9/2006). Nur juga enggan menanyakan kelanjutan pemerintah soal perawatan di kampung ini. Segala cara pernah ditempuhnya namun tak juga menuai hasil."Paling gampang saja saat kita mengajukan ke kelurahan,dan Rw mengajukan untuk pembangunan Rwnya masing-masing. Ya tidak pernah dapat," keluhnya. Senada dengan warga Banjarsari Agustin Riyanto. "Tidak ada, ya kalau ada pasti jalan. Sekarang di suatu masyarakat tanpa ada dana atau kucuran tidak mungkin kita swadaya terus," keluhnya.Awal tahun 1996 kampung Banjarsari menjadi pilot project UNESCO. Pada tahun itu, warga kampung diberikan pelatihan pemilahan sampah, dan penghijauan. Tahun 1998 mendapat penghargaan kampung ramah lingkungan dari UNESCO. "Karena kita mampu mengurangi sampah plastik, kemudian kita juga membina 10 pemulung atau tukang sampah untuk menjadi mitra kerja kita," tutur Nur. Kampung ini pun sering dijadikan tempat pembelajaran untuk siswa SD. "Sudah beberapa SD yang datang kesini, dan hampir semua SD di Jakarta pernah datang kemari. Dalam pertemuan itu saya mengajurkan agar tiap-tiap sekolah bahkan tiap kelas, untuk menyediakan 2 tempat sampah, satu untuk sampah organik dan lainnya untuk sampah non organik," papar Agustin. (wiq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads