Trayek Liar Menjamur, Angkot Mogok Hingga Jam Pulang Kerja
Senin, 18 Sep 2006 18:04 WIB
Tangerang - 73 Trayek angkutan kota di Tangerang berhenti beroperasi Senin (18/9/2006). Mogoknya angkot ini sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Bahkan hingga jam pulang kerja, angkot tak juga narik."Pokoknya sampai pemerintah membereskan trayek-trayek liar," ujar supir angkot jurusan Pasar Anyar-Perumnas Mamat saat ditemui detikcom.Trayek liar, menurut Mamat, sangatlah merugikan pekerja angkot yang berplat kuning ini. "Angkutan bodong ini kan berplat hitam, mobil pribadi gitu, tapi justru mengambil penumpang kami. Ini kan merugikan. Pemerintah juga diam saja," keluh Mamat.Ribuan sopir termasuk Mamat akhirnya berdemo di depan Gedung DPRD Kota Tangerang. Mobil-mobil mereka pun diparkir di sana sejak pagi tadi."Ini nggak cuma di Tangerang, tapi seluruh kabupaten kami mogok total sampai sore ini," imbuhnya.Selain di DPRD Kota Tangerang, para sopir angkot juga memarkirkan mobilnya di beberapa titik seperti Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Tigaraksa dan Dinas Perhubungan Kota Tangerang.Tukang Ojek Panen PenumpangMogoknya angkot-angkot ini ternyata menuai panen bagi tukang ojek. Mereka menjamur di setiap perempatan, bahkan memasang tarif yang sangat tinggi."Yang biasanya Rp 5.000-an sekarang bisa mencapai Rp 10.000," ujar salah seorang penumpang ojek, Utami.Bahkan untuk mencapai pangkalan bis kota di pusat kota Tangerang, penumpang ojek pun harus merogoh koceknya sebesar Rp 25.000. "Wah repot kalau harus begini terus," keluh Utami.Tak hanya itu, mogoknya angkot pun dikeluhkan pekerja bus kota menuju Jakarta. "Biasanya siang-siang juga ada 20-an penumpang dari Tangerang. Mungkin mereka jadi malas keluar karena tidak ada angkot," ujar kondektur bis Mayasari AC 34 jurusan Tangerang-Blok M.
(wiq/)











































