Dua Nelayan Indonesia Kritis Ditembak Tentara Laut Malaysia

Dua Nelayan Indonesia Kritis Ditembak Tentara Laut Malaysia

- detikNews
Senin, 18 Sep 2006 17:21 WIB
Medan - Dua nelayan asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) saat ini dalam keadaan kritis dan tidak sadarkan diri setelah ditembak Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM). Hingga Senin (18/9/2006), keduanya dirawat di Rumah Sakit Martha Friska, Jalan Yos Sudarso, Medan.Nelayan naas itu, masing-masing Zainuddin (35) dan Hok Chuan (26). Zainuddin mendapat empat tembakan, masing-masing di dada dan paha. Dia kini dirawat di ruang 433 rumah sakit tersebut. Sementara Anak Buah Kapal (ABK) yang juga mendapat empat tembakan di pipi, betis dan kaki kiri, masih terbaring di ruang Intensive Care Unit (ICU).Menurut Muhammad AR (33), salah seorang rekan korban, penembakan itu terjadi pada Minggu (17/9/2006). Bermula ketika kapal mereka Super Jaya sedang melepas jaring. Mendadak kemudian datang Kapal Perang TLDM Saung 3509, sementara sebuah pesawat udara Malaysia juga mengintai. Lokasi pertemuannya sekitar 40 mil laut dari Pulau Berhala, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Menurut Muhammad, kendati tidak yakin pasti, kawasan yang berada di Selat Malaka itu, mestinya masih dalam wilayah Indonesia.Kapal Perang TLDM kemudian mengimbau untuk menghentikan kapal, namun para nelayan tidak bersedia. Kapal yang dinakhodai Alfian ini, kemudian melaju balik ke arah Pulau Berhala, meninggalkan jaring dan ikan yang sudah berhasil ditangkap. Dalam masa kejar-kejaran itu, kapal lantas ditembaki. Seluruh 30 awak kapal kemudian bersembunyi, menghindari tembakan.Zainuddin yang yang merupakan Wakil Kepala Kamar Mesin (KKM) dan Chuan yang bersembunyi di palka terkena tembakan. "Tetapi yang lainnya tidak," kata Muhammad yang berbicara kepada wartawan saat menjenguk Zainuddin.Menurut Muhammad, setelah penembakan itu, TLDM sempat menawarkan agar para awak kapal menyerah, agar yang terluka segera dapat segera diobati. Namun kapal tetap tidak berhenti, karena khawatir yang lainnya akan ditahan. Jadi mereka tetap memacu kapal. Pada Minggu sore kapal tiba di Belawan dan kedua korban dibawa ke RS Angkatan Laut di Belawan. Namun karena kondisinya kritis, lantas dirujuk ke RS Martha Friska. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan. (asy/)


Berita Terkait