Gedung Sekolah ' Ramah Anak' dan Tahan Gempa Diresmikan
Senin, 18 Sep 2006 14:52 WIB
Banda Aceh -
Gedung Sekolah Dasar di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, dengan konsep 'ramah anak' diresmikan, Senin (18/09/2006). Sekolah yang dibangun oleh UNICEF ini juga dirancang tahan gempa.SD Muhammadiyah 1 dan 2 ini adalah sekolah permanen pertama UNICEF di Aceh yang secara resmi dibuka pada hari ini. "Pembangunan gedung SD Muhammadiyah 1 dan 2 adalah bagian dari proyek bernilai 90 juta dolar yang disetujui oleh pemerintah Indonesia dan UNICEF untuk membangun sekitar 367 sekolah di Aceh dan Nias sampai akhir tahun 2008," ujar Juru Bicara UNICEF Leli Djuhari pada wartawan, Senin (18/09/2006).Ditambahkan dia, ini adalah proyek pembangunan sekolah yang terbesar di Aceh dan Nias. Saat ini, ada 20 sekolah lain yang masih dibangun dan 74 lainnya sedang pada tahap tender.Konsep 'ramah anak', dijelaskan Leli, adalah konsep yang membuat para murid mempunyai lingkungan yang leluasa, bersih, nyaman sehingga dapat belajar, bermain dan berpartisipasi penuh dan berinteraksi dengan guru dan sesama murid lain.UNICEF, menurut dia, mendukung penuh agar standar konstruksi tahan gempa dan 'ramah anak' dijadikan acuan bagi sekolah lain di Indonesia. "Kami akan selalu mendorong diri kami untuk memastikan pekerjaan selesai. Kami tidak akan berkompromi dengan masalah keselamatan anak dan kualitas pendidikan," kata Edourd Beigbeder, kepala kantor UNICEF untuk Aceh dan Nias di sela-sela peresmian.Gedung sekolah ini dibangun oleh UNOPS (United Nations Office for Project Services) yang merancang konstruksi tahan gempa dan meletakkan standar baru di Indonesia.Dalam 'Kampanye Kembali ke Sekolah', UNICEF juga membagikan sekolah tenda,sekolah semi permanen dan peralatan bagi para murid dan guru beserta pelatihan dan gaji untuk guru honorer selama enam bulan.
(asy/)










































