Jaksa Diimbau Kembangkan Budaya Malu, Harus Berani Tolak Suap

Jaksa Diimbau Kembangkan Budaya Malu, Harus Berani Tolak Suap

- detikNews
Senin, 18 Sep 2006 13:23 WIB
Jakarta - Kejaksaan Agung terus berupaya mengubah image jaksa. Kali ini para jaksa diimbau menumbuhkan budaya malu dan mematuhi perintah atasan. Jaksa juga harus berani menolak suap dan meningkatkan integritas moralnya.Imbauan itu disampaikan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dalam sambutannya saat pelantikan 18 pejabat eselon II Kejagung di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Senin (18/9/2006)."Saudara-sudara bekerja di bawah sorotan masyarakat. Andaikan saudara bekerja baik masih ada kritik, apalagi jika bekerja tidak baik," tutur Arman mengingatkan.Menurut Arman, selaku pimpinan jaksa bertugas merumuskan dan mengendalikan arah perkara. Seorang jaksa juga dituntut profesional, proporsional dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugas."Tidak pada tempatnya jika seorang jaksa merasa diintervensi dalam urusan rencana tuntutan (rentut). Karena ini merupakan prinsip kejaksaan bahwa kejaksaan adalah satu," kata Arman.Pernyataan Arman ini mengingatkan ucapan mantan Kajati DKI Jakarta Rusdi Taher yang merasa diintervensi dalam kasus rentut ganda pengedar 20 kg shabu-shabu Hariono Agus Tjahjadi. Rentut itu masing-masing berisi 6 tahun dan 15 tahun. Namun Hariono akhirnya hanya divonis 3 tahun penjara.Selain itu soal integritas, Arman juga meminta agar penegakan hukum dilakukan tegas tanpa mendua, terutama dalam tindak pidana yang meresahkan masyarakat, membahayakan negara, generasi muda ataupun merugikan keuangan negara. (umi/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait