Aktivitas Gunung Talang Berfluktuasi, Belum Ada Ledakan

Aktivitas Gunung Talang Berfluktuasi, Belum Ada Ledakan

- detikNews
Senin, 18 Sep 2006 12:23 WIB
Padang - Aktivitas vulkanik Gunung Talang (2.597 mdpl) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) terus berfluktuasi sejak statusnya dinaikkan dari waspada menjadi siaga beberapa waktu lalu. Meski hingga kini masih menimbulkan serentetan gempa vulkanik dan hembusan asap, pihak Pos Pengamatan Gunung Talang membantah pemberitaan sejumlah media yang menyebut Talang pernah mengeluarkan suara ledakan."Sejak statusnya ditingkatkan menjadi Siaga Sabtu (9/9/2006) lalu, kami tidak pernah melihat, mendengar, dan mencatat adanya ledakan dari gunung Talang. Sejauh ini, aktivitas vulkanik gunung terus berfluktuasi dan kita terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Petugas Pengamat Gunung Talang, Dalipa, ketika dihubungi detikcom, Senin (18/9/2006).Dikatakan Dalipa, gempa vulkanik dalam dan dangkal memang hampir terjadi setiap hari, namun masih belum terasa karena kekuatannya relatif kecil. Dalam dua hari terakhir, menurut dia, sedikitnya telah terjadi 25 gempa vulkanik dalam, 24 vulkanik dangkal, 5 hembusan asap, dan 19 gempa tektonik jauh.Lebih lanjut Dalipa mengatakan, pihaknya terus mengimbau warga untuk tidak panik, namun tetap siaga terhadap kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan. Sejauh ini, pihak posko pengamatan gunung Talang menilai belum perlu mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar gunung ke pengungsian."Berdasarkan pengamatan kami, hingga kini masyarakat masih tenang dan tetap beraktivitas seperti biasa. Kecemasan yang besar justru banyak datang dari para perantau. Mereka banyak yang menelepon ke Posko," ujarnya.Sementara itu, Bupati Solok Gusmal ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu mengatakan, Pemda setempat sudah mempersiapkan enam kecamatan sebagai lokasi pengungsian bila sewaktu-waktu gunung Talang meletus. Enam kecamatan tersebut, yakni, Bukit Sundi, Payung Sakaki, Kubuang, Danau Kembar, Lembah Gumanti dan Gunung Talang. Semua lokasi itu berdekatan dengan sumber air, sehingga akan memudahkan pengungsi. (asy/)


Berita Terkait