Karyawan Komnas HAM Mogok Pertanyakan Kinerja Sekjen
Senin, 18 Sep 2006 12:14 WIB
Jakarta - Puluhan karyawan Komnas HAM mulai hari ini mogok kerja. Pemogokan ini dipicu oleh ketidakpuasan karyawan terhadap kinerja Sekjen Komnas HAM Sutoyo yang dinilai tidak layak dan tidak mampu mengerjakan tugas-tugas selaku sekjen."Sekjen Komnas hingga kini belum mengajukan anggaran Komnas HAM ke Depkeu. Padahal seharusnya anggaran diajukan bulan Agustus lalu. Kalau anggaran tidak diajukan, artinya kami tidak akan menerima gaji tahun 2007. Dana operasional juga tidak ada," kata Koordinator Komunitas Pekerja Komnas HAM Teguh Nugroho di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari 4B, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2006).Dikatakan Teguh, aksi mogok yang dilakukan karyawan, baik yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS ini akan berlangsung hingga 22 September mendatang."Karyawan mempertanyakan kinerja Sekjen. Apa yang dilakukan selama ini? Lobi-lobi tidak dilakukannya, lobi dilakukan kepala biro. Kalau sampai 22 September tidak ada jaminan tertulis dari Komnas HAM, kami akan terus mogok kerja," ujar dia.Akibat belum ada kepastian kapan Komnas akan mengajukan anggaran kerja, seluruh biaya operasional Komnas HAM, baik yang ada di Jakarta maupun di berbagai daerah terancam berhenti. Baik itu untuk gaji karyawan, pengaduan, dana penanganan kasus maupun dana untuk Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM (KPP HAM).Lalu bagaimana dengan sikap ketua dan anggota Komnas HAM? Kabar yang berhembus ke staf dan karyawan menyebutkan, rapat pleno anggota komnas HAM menyetujui aksi mogok kerja ini.
(jon/sss)











































