Publikasi Capres Sejak Dini Hindari Pembabatan Ala Orba
Senin, 18 Sep 2006 12:02 WIB
Jakarta - Pilpres 2009 masih 3 tahun lagi. Namun sejumlah partai politik sudah mulai menggulirkan calon presiden. Terlalu dini? Tidak juga. Ini demi menghindari pembabatan ala Orde Baru."Bagus kalau calon-calon itu dielus-elus dari jauh hari. Karena pada zaman Orde Baru setiap ada tokoh yang muncul selalu dibabat habis. Ini juga bisa untuk mengingatkan presiden sekarang," kata pakar komunikasi politik Effendi Ghazali saat dihubungi detikcom, Senin (18/9/2006).Namun demikian dia mengingatkan agar partai-partai berhati-hati dalam memutuskan calon presidennya. Ini penting untuk menghindari serangan politik dari lawan-lawannya. Karena itu partai-partai perlu mencalonkan tokoh-tokoh yang bersih."Jangan sampai karena tidak siap, gampang di-attack. Tiba-tiba diperiksa pajaknya, kasus-kasusnya. Kalau orangnya bersih, makin diserang makin gemilang namanya," terangnya.Pemunculan calon presiden sejak dini, menurut Effendi, juga sangat baik sebagai pendidikan politik bagi masyarakat. Hal ini juga akan memicu pemimpin nasional sekarang lebih serius menjalankan tugasnya, karena ada lawan yang siap mengantinya jika kepemimpinannya gagal."Jangan sampai di akhir jabatan tidak muncul lawan sehingga presiden yang sekarang tidak menjalankan tugas dengan baik," ujar Effendi.Meski menilai pencalonan presiden tidaklah dini, namuan menurut mantan penasihat presiden Republik BBM ini, idealnya publikasi dilakukan pada akhir 2007 atau pada 2008. Sebab ingatan masyarakat Indonesia sangat cepat lupa. Selain itu, masing-masing tokoh telah memiliki momentum sejarahnya sendiri."Sekarang disiapkan saja dulu strategi-strateginya. Susun kekuatan. Cari isu yang pas dan tidak terbantahkan. Jangan asal," kata staf pengajar pascasarjana UI ini.
(yid/sss)











































