Presiden SBY Sambut Baik Permintaan Maaf Paus
Senin, 18 Sep 2006 11:55 WIB
Havana - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik permintaan maaf Paus Benedictus XVI atas pernyataannya yang sempat mengundang reaksi keras kaum muslim. SBY berharap permintaan maaf Paus ini menjadi akhir yang baik dari kemelut ini. Tanggapan SBY ini disampaikan dalam keterangan pers di Sala Vedado Hotel Nacional de Cuba Havana, Kuba, sebelum bertolak meninggalkan Kuba kembali ke tanah air, Minggu (17/9/2006). Selama kemelut pernyataan Paus ini mengemuka, SBY mengaku selalu mengikuti perkembangannya melalui media massa. "Saya sudah menyampaikan pernyataan resmi kemarin sehubungan dengan pernyataan Sri Paus Benedictus XVI, dan saya mengikuti perkembangan media massa global ada permintaan maaf dari Sri Paus tentang pernyataan beliau kemarin. Saya kira ini akan mengalir dan tentunya mudah-mudahan ada satu akhir yang baik dari kemelut ini," kata SBY seperti dilaporkan koresnponden detikcom di Havana, Amila Aulia. Lebih lanjut, SBY juga memberikan apresiasi kepada para ulama di Indonesia yang menyikapi masalah ini dengan bijak. "Saya memberikan apresiasi, berterima kasih kepada banyak pemimpin atau ulama yang ada di Indonesia. Saya harus menyebut antara lain Bapak Hasyim Muzadi, pimpinan Nahdlatul Ulama, Bapak Din Syamsuddin pimpinan Muhammadiyah, kemudian Aa Gym yang dengan bijak, dengan teduh menyampaikan pendapat-pendapatnya," kata SBY. Para pemimpin dan ulama Indonesia itu, kata SBY, tentu menyayangkan pernyataan Sri Paus itu. "Tapi selebihnya, beliau-beliau juga mengajak agar semua bisa bersabar, semua bisa menahan diri, dan percaya bahwa masalah itu bisa diselesaikan dengan baik, apalagi yang kita dengar Sri Paus sendiri sudah meminta maaf," tutur SBY. "Oleh karena itu, mengulangi seruan saya kemarin, marilah kita dengan arif saling belajar dan kepada para tokoh-tokoh dunia, saya berharap betul-betul bisa memahami perasaan pihak lain, apabila ada statement yang bisa menganggu. Dan ini pembelajaran yang luar biasa, mudah-mudahan kita makin matang makin dewasa dalam berinteraksi pada tingkat global, antara kita yang berbeda peradaban, berbeda agama berbeda bangsa dan lain-lain," ujar SBY mengakhiri keterangannya.
(asy/)











































