Libanon Dijadikan Ajang Latihan Pasukan Perdamaian TNI
Senin, 18 Sep 2006 00:08 WIB
Jakarta - Pasukan perdamaian TNI di Libanon mengemban 2 misi. Misi perdamaian dan sebagai ajang untuk latihan pasukan yang sudah 20 tahun banyak berada di barak. "Zaman dulu kalau saya ke daerah, tentara itu, selalu ada di Aceh, Ambon. Tapi untuk pertama kali hampir 20 tahun tentara lebih banyak di asrama dan di barak. Hanya latihan-latihan saja, begitu ada kesempatan tugas kita pergi," kata Wapres Jusuf Kalla. Hal itu disampaikan Kalla saat memberikan sambutan peringatan ulang tahun KAHMI ke-40 di Balairung Sapta Pesona Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (17/9/2006)Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, Indonesia sangat berkepentingan dengan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Karena setiap terjadi konflik di kawasan itu, selalu berpengaruh terhadap harga minyak mentah dunia. hal itu secara otomatis akan berpengaruh juga terhadap perekonomian di Indonesia."Kita berkepentingan dengan perdamaian di Timur Tengah karena kalau konflik harga minyak naik. Selain itu juga karena sesama muslim," tambahnya.850 personil TNI akan dikirimkan ke Libanon untuk misi perdamaian PBB. Pasukan ini akan tergabung dalam UNIFIl dibawah komando PBB. Sampai saat ini masih terjadi kontroversi antar pemerintah dan DPR terkait pembelian panser yang akan dijadikan perlengkapan bagi pasukan TNI untuk tugas di Libanon.
(ary/)











































