Tim Ekonomi Tidak Akan Direshuffle
Minggu, 17 Sep 2006 16:57 WIB
Jakarta - Isu reshuffle tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu menjadi topik hangat pembicaraan di masyarakat. Tapi Sekjen Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Ferry Djuliantono menilai reshuffle tidak akan terjadi karena pengaruh paham neo liberalisme."Nggak berani SBY mengganti tim ekonomi. Saya khawatir dia sekarang sudah terpengaruh paham itu. Jauh lah dari ukuran Morales atau Chaves," kata dia dalam acara dialog politik di Gedung YTKI Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (17/9/2006).Menurutnya, paham neo liberalisme dibawa oleh wajah-wajah lama seperti Wijoyo Nitisastro dan Sumarlin. Sampai saat ini mereka terus aktif menyebarkan paham ini. Meskipun menilai SBY tidak berani tapi Ferry tetap berharap SBY segera mengganti mereka. "Jika tidak kita cap SBY sebagai orang yang pikirannya neo liberal. Dan cenderung menurut pada fundamentalis pasar," urainya.Anggota tim ekonomi yang harus diganti menurutnya adalah Sri Mulyani, Mari Pangestu, Aburizal Bakrie, Rizal Malarangeng, Chatib Basri. Mereka dianggap sebagai antek pembawa dan penyebar neo liberalisme.Contoh akibat neo liberalisme adalah kebijakan pencabutan subsidi BBM dan impor beras. "Presiden pernah berpidato menggagas revitalisasi pertanian dan pembangunan pedesaan tapi outputnya kenapa merugikan petani," ungkapnya.Makanya, kata Ferry, menyatakan SBY harus didorong melawan pengaruh pikiran neo liberalisme.
(mar/)











































