Pegang Energi Mainkan Peran di Dunia

Wawancara Dubes Retno LP Marsudi

Pegang Energi Mainkan Peran di Dunia

- detikNews
Minggu, 17 Sep 2006 13:47 WIB
Pegang Energi Mainkan Peran di Dunia
Oslo - Negara pemegang cadangan besar energi akan dapat memainkan peran di dunia. RI memiliki potensi sumber energi sangat besar. Norwegia punya kapasitas. Mengapa tak digarap?Energy Forum on Indonesia yang berlangsung pada 14-15/9/2006 di Oslo, Norwegia, dimaksudkan untuk menarik pemerintah dan swasta Norwegia untuk masuk ke Indonesia menggarap bersama potensi dan sumber-sumber energi yang melimpah, baik energi fosil, gasbumi, panasbumi, tenaga air hingga biomassa.Aktor di lini depan misi besar ini adalah Retno LP Marsudi, diplomat wanita karir tempaan Deplu, yang baru menempati pos Oslo 8/12/2005 lalu. Dirjen Kementerian Minyak dan Energi Norwegia, Odd Svere Haraldsen, memujinya sebagai pekerja keras. "Indonesia beruntung punya dubes pekerja keras, muda dan energik," kata Haraldsen. Karirnya terhitung sangat cepat. Wanita kelahiran Semarang (27/11/1962) ini hanya butuh waktu 5 tahun untuk mencapai langit tertinggi karir diplomat, dari sebelumnya Kabid Ekonomi KBRI Belanda (2000) kini dubes. Dalam rentang antara masa itu, dia dipercaya sebagai Direktur Eropa Barat (2004-2005) dan Direktur Kerjasama Intra Kawasan Amerika-Eropa (2001-2004).Kini baru beberapa bulan menjadi Dubes, Retno sudah menggarap agenda besar: misi energi melibatkan delegasi berjumlah besar meliputi antara lain delegasi Menteri ESDM, Pertamina, BPH, BPIH, PLN, dan swasta, yang berangkaian dengan kunjungan kenegaraan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Delegasi presiden satu pesawat saja berjumlah 83 orang, belum termasuk tim advance (pendahuluan, red) paspampres. Padahal KBRI Oslo termasuk kecil, dengan staf cuma 6 orang. Mahasiswa dan warga RI di sana juga sangat sedikit dan umumnya bekerja. Di tengah kesibukannya menangani agenda besar itu, Retno menyempatkan diri untuk wawancara dengan koresponden detikcom Eddi Santosa, Jumat (15/9/2006) lalu di Oslo. Di luar dugaan, dia sendiri datang menjemput, 5 menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan: jam 08.00 pagi. Wawancara berlangsung dalam perjalanan menuju Grand Hotel Oslo tempat forum digelar. Dilanjutkan dengan jalan kaki sambil menikmati udara pagi yang hari itu cukup hangat. Berikut ini petikannya.Bagaimana posisi hubungan Indonesia-Norwegia saat ini? Hubungan Indonesia-Norwegia secara politis cukup baik. Kedua negara tidak mempunyai masalah berat dan justru dapat mengembangkan tidak saja kerjasama yang sifatnya bilateral namun juga yang mempunyai dimensi internasional. Hubungan baik ini merupakan aset bagi upaya pengembangan hubungan di bidang lain. Masalahnya adalah bagaimana memilih kerjasama yang memang diperlukan Indonesia di mana Norwegia mempunyai kapasitas banyak.Lalu apa pilihan itu?Setelah melakukan observasi, kita memutuskan memilih energi. Kerjasama energi merupakan salah satu kerjasama yang dapat dijadikan ikon kerjasama Indonesia-Norwegia.Mengapa energi yang Anda garap?Isu energi merupakan isu yang sangat penting bagi kehidupan bernegara saat ini. Negara yang mempunyai cadangan atau pasokan energi yang banyak akan dapat memainkan peran di dunia internasional.Apa yang mau Anda tawarkan pada Norwegia? Bukankah cadangan minyak kita dikatakan telah menipis?Negara kita diyakini masih mempunyai potensi minyak yang besar, terutama di laut dalam, yang sampai saat ini belum dapat dikembangkan. Sementara itu cadangan gas juga diyakini cukup banyak. Ditambah lagi kita sedang mengembangkan berbagai macam energi alternatif, sehingga ketergantungan pada minyak bumi dapat dikurangi. Salah satu di antaranya adalah pengembangan hydropower (energi listrik tenaga air, red). Nah, Norwegia mempunyai kapasitas yang lebih dari cukup di ketiga bidang itu. Pertanyaannya kenapa tidak digarap?Berdasarkan cara pemikiran tersebut, maka KBRI Oslo mempunyai inisiatif untuk menyelenggarakan Energy Forum on Indonesia (E-FoI) dengan mengambil ketiga tema tersebut yaitu: minyak, gas dan hydropower. Forum tersebut didisain sebagai media bagi pemerintah maupun swasta Indonesia dan Norwegia untuk bertemu, bertukar pikiran dan melakukan kerjasama. Bagaimana tanggapan atau sambutan dari pihak pemerintah Norwegia terhadap ide itu?Ide ini sangat disambut baik oleh Kementerian Minyak dan Energi Norwegia. Ide tersebut lebih mudah dilakukan mengingat antara Indonesia dan Norwegia juga telah ditandatangani suatu MoU kerjasama di bidang energi tahun 1995. Namun harus diakui, bahwa implementasi dari kerjasama tersebut masih jauh dari yang diharapkan.Oke, forum energi berhasil Anda wujudkan. Lalu bersamaan ada kunjungan kenegaraan presiden. Dari mana Anda memperoleh energi untuk menangani kegiatan berskala besar seperti itu?Energinya dari kekompakan tim. Saya bersyukur dan berterimakasih mempunyai staf yang kompak. Meskipun KBRI Oslo ini kecil, dengan staf cuma 6 orang, tapi alhamdulillah sebesar apapun beban akhirnya bisa dipikul bersama-sama, termasuk para istri. Mahasiswa dan masyarakat di Oslo, terutama yang punya SIM untuk mendukung mobilitas, juga tidak banyak. Tapi begitu kunjungan kenegaraan presiden dan forum lancar, ada kepuasan batin tak terlukiskan.Apresiasi saya setinggi-tingginya kepada masyarakat Indonesia di sini yang sangat kompak membantu saya dalam melaksanakan tugas. Kami sangat dekat dan saya merasa memperoleh bantuan yang luarbiasa dari mereka.Bagaimana Anda mengendalikan semua itu?Kuncinya perencanaan yang baik. Dua bulan sebelumnya 'software' untuk agenda besar itu sudah jadi. Dari penjemputan di bandara hingga soal garam di dapur. Selebihnya tinggal konsentrasi mengantisipasi dan memenej hal-hal yang tak terduga. Software tadi diaplikasikan secara disiplin. Jika diubah satu saja, maka akan terjadi efek domino, bisa berantakan semua. Di luar agenda dan isu energi, sebenarnya seberapa penting arti Norwegia bagi Indonesia?Sebagai sahabat, hubungan kedua negara berlangsung sederajat dan telah mencatat banyak manfaat. Di bidang ekonomi, pada 2005 kedua pihak mencapai kenaikan perdagangan bilateral sebesar 13% senilai 1,127 miliar Kron Norwegia (NOK) dibandingkan 993 juta NOK pada 2004. Selain energi dan perdagangan, fokus saya juga pada perikanan dan kelautan. Dalam kaitan inilah, KBRI bersama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan juga tengah mematangkan kerjasama.Paralel dengan FoI, KBRI juga menyelenggarakan pertemuan tim Departemen Tenaga Kerja dengan asosiasi pemilik kapal norwegia dan Kementrian Tenaga Kerja Norwegia dalam rangka penjajagan penempatan ketenagakerjaan Indonesia di Norwegia.Bagaimana dengan bidang lain? Percaturan politik internasional misalnya, di luar urusan mendongkrak perekonomian dan pendapatan ke kas negara? Indonesia-Norwegia juga tercatat aktif mengambil inisiatif berdimensi internasional, misalnya sebagai Tujuh Negara Inisiatif Nonproliferasi dan Perlucutan Senjata. Selain itu Norwegia merupakan mitra penting untuk kerjasama di bidang HAM, demokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Indonesia-Norwegia juga memiliki konsultasi bilateral reguler sejak 2005. Yang terbaru, kedua negara menjadi tuan rumah bersama Dialog Global Antar-media di Bali untuk mempromosikan kebebasan berekspresi, toleransi dan perdamaian.Paspor RetnoNama Lengkap : Retno Lestari Priansari MarsudiTempat/Tanggal Lahir: Semarang, 27 November 1962Status Nikah: Menikah, suami Agus Marsudi (arsitek, master alumni Delft University of Technology, Belanda)Anak: Dyota Marsudi, Bagas MarsudiPendidikan1. Hubungan International, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 19862. EU Law, Haagsche Hogeschool, Den Haag, Belanda, 2000Training Diplomatik1. Junior Foreign Service Training, 19862. Mid-Career Foreign Service Training, 19963. Advance-Career Foreign Service Training, 2002Karir8/12/2005 - sekarang: Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Norwegia dan Islandia 2004 - 2005: Direktur Eropa Barat, Deplu2001 - 2004: Direktur Kerjasama Intra Kawasan Amerika-Eropa (Amerop), Deplu1997 - 2000: Kepala Bidang Ekonomi, KBRI Den Haag, Belanda1994 - 1997: Wakil Direktur Masalah Lingkungan, Deplu1990 - 1994: Kepala Staf dan Kepala Bidang Informasi, KBRI Canberra, Australia1987 - 1990: Kepala Seksi Sekretaris Nasional ASEAN, Deplu Pengalaman DiplomatikBerpartisipasi dan memimpin delegasi Indonesia dalam berbagai pertemuan:- Konsultasi Bilateral dengan Norwegia, Spanyol, Belanda, Portugal, Italia, Yunani, Finlandia, Estonia, Jerman, Turki- Pertemuan Asa Eropa/Asia Europe Meeting (ASEM)- Konsultasi Bilateral dengan Komisi Eropa- Prepcom Pertemuan Dunia Pembangunan Berkesinambungan/World Summit on Sustainable Development (WSSD)- Kerjasama Asia Timur Jauh dengan Amerika Latin (FEALAC)- UNIDO- Dana Bersama untuk Komoditi/Common Fund for Commodities (CFC)- Grup Studi Nikel Internasional (INSG)- ASEAN Standing CommitteeTugas Khusus1. Anggota Tim Pencarian Fakta Kepresidenan atas Kematian Aktifis HAM Munir, 2004-20052. Anggota Utusan Khusus Presiden untuk Moratorium Utang, 20053. Anggota Utusan Khusus Presiden untuk Aceh, 2004. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads