Gus Dur Tolak IMF Dibubarkan
Minggu, 17 Sep 2006 11:57 WIB
Jakarta - Gus Dur kembali membuat sensasi. Ketika sekelompok rakyat Indonesia menolak keberadaan IMF, Gus Dur justru mendukungnya. Mantan pemimpin nomor satu Indonesia ini menolak wacana pembubaran IMF dan Bank Dunia. "Nanti dulu saya belum ambil keputusan. Menurut saya, masih bisa diperbaiki. Sikap anti sana anti sini harus hati-hati. Salah-salah nanti dikucilkan oleh perniagaan dunia," katanya saat acara Konferensi Internasional Gerakan Rakyat Melawan Penjajah Baru di Gedung YTKI, Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (17/9/2006).Kata dia, Indonesia masih butuh perniagaan dunia selama Indonesia masih punya kegiatan mengekspor maka pada saat itu pula kredit dari pihak lain masih dibutuhkan. "Pihak pemberi kredit kan harus butuh persetujuan IMF dan Bank Dunia," cetusnya.Dia mengimbau agar Indonesia menguatkan perekonomiannya karena saat ini Indonesia hampir-hampir tidak menguasai perekonomian lagi. Contohnya, kemajuan perkebunan di Thailand dimana hampir semua hasil perkebunannya diekspor ke Indonesia. "Bahkan Thailand bisa mengekspor daun jeruk ke Amsterdam yang setahunnya bernilai US$ 100 ribu," ujarnya."Kita harus bisa meniru. Jika perekonomian kita kuat baru kita bisa keluar dari IMF dan Bank Dunia," katanya.Namun Director of Research and Advokacy Institute Focus on Global South, Walden Bello tidak sependapat dengan pendapat Gus Dur. IMF kata dia tengah mengalami krisis keuangan. "Negara-negara di Asia Tenggara dan Amerika Selatan sudah tidak mempercayai resep perbaikan ekonomi IMF," urainya.Beberapa waktu belakangan ini tak ada lagi yang meminjam ke IMF. Bahkan Brasil dan Argentina sudah membayar lunas utangnya, padahal IMF sudah mendapatkan masukan bunga dari hasil pinjaman"Pembangunan berkelanjutan tidak akan ada jika organisasi ini masih ada," ujarnya. IMF seharusnya bisa dibawa ke pengadilan kejahatan internasional. Institusi ini telah berlaku jahat yang menyebabkan orang sengsara. "Pada tahun 1999 lalu 27 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan gara-gara resep IMF," ungkapnya.
(mar/)











































