Tim Pembeli Panser Masih Negosiasi Harga di Prancis
Minggu, 17 Sep 2006 10:51 WIB
Jakarta -
Menjelang keberangkatan pasukan TNI ke Libanon Oktober nanti, pembelian panser masih menjadi kontroversi. Saat ini, tim pembelian panser masih berada di Prancis untuk menentukan harga panser tersebut. Hal ini dijelaskan Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto di sela-sela acara gerak jalan HUT TNI di Silang Monas, Minggu (17/9/2006). Menurut dia, saat ini ada tim yang berangkat ke Prancis untuk melakukan negosiasi harga."Silakan diawasi saja. Pembelian panser ini sama dengan panser yang kita miliki, sehingga sesuai dengan program pengembangan kita. Tidak hanya untuk ke Libanon," jelasnya.Ditambahkan dia, soal panser PBB tidak ada ketentuan baik jenis atau model. "Tetapi ada SOP, panser harus seperti ini, kaliber seperti ini, harus roda bukan rantai," ujar dia.Sebelumnya, harga panser yang dimaksud dipatok Euro 700 ribu per unit. Harga yang cukup tinggi itu mendapat kritikan banyak pihak. Namun, akhirnya baru-baru ini, ada perubahan harga yang ditawarkan, yaitu antara Euro 400 ribu sampai 500 ribu. Mengenai keberangkatan pasukan TNI ke Libanon, Panglima menyampaikan, pasukan akan diberangkatkan 28 Oktober mendatang. "Kalau tidak salah tanggal 28 Oktober keseluruhan pasukan diberangkatkan. Tetapi tim advance 2 minggu sebelumnya, yakni tanggal 14-15 Oktober akan diberangkatkan terlebih dahulu," kata Panglima.Dijelaskan Djoko, tim pendahulu yang akan berangkat berjumlah 12 orang. Mereka nanti akan bertugas menyiapkan semua kebutuhan pasukan, sebelum seluruh pasukan TNI tiba di Libanon."Karena sudah ada kepastian berangkat, mereka akan kembali ke skuadron masing-masing. Nanti menjelang tanggal 8 sampai 9 September mereka datang lagi, karena latihan sudah dilaksanakan," katanya.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































