UN 2006 Tidak Bocor
Minggu, 17 Sep 2006 07:06 WIB
Bogor - Sejumlah pengaduan terkait pelaksaanaan UN 2006 diterima Depdiknas. Setelah dilakukan investigasi ternyata UN 2006 tidak mengalami kebocoran."Dalam laporan yang jumlahnya ribuan, dilaporkan kebocoran soal. Tapi setelah ditindaklanjuti, tidak ada indikasi semacam itu," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi, di Wisma Arga Mulya, Tugu, Bogor, Minggu (17/9/2006).Dia mengatakan soal bocor manakala sebelum ujian soal sudah beredar, dan soal itu persis sama dengan soal yang diujikan. "UN tidak bocor karena selama pendistribusian mendapat pengawalan ketat aparat," tambah Bambang.Menurut dia, beberapa laporan langsung ditindaklanjuti seperti kecurangan yang terjadi di Garut, Cilegon, dan Manado. Kasus-kasus tersebut sudah dilaporkan ke Mendiknas Bambang Sudibyo.Bambang menambahkan Depdiknas hanya bisa memberikan rekomendasi agar pelaku diberi pembinaan dan yang berhak menindak adalah pemda. "Oknum yang melakukan ini jelas melakukan teror pendidikan," ujarnya geram.Depdiknas, lanjut bambang, mencatat kecurangan UN 2006 lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Depdiknas pun selalu memantau perolehan nilai setiap daerah. Ada beberapa daerah yang tiba-tiba nilainya melonjak padahal sebelumnya biasa-biasa saja."Itu tidak mungkin, tapi daerah mana saja hanya Depdiknas yang tahu," tandasnya.
(fay/)











































