Sopir Truk TNI Tabrak Pembatas Jalan, 5 Korban di RS UKI
Sabtu, 16 Sep 2006 16:45 WIB
Jakarta - Truk TNI yang membawa anak SMUN 104, Jakarta Timur, ternyata menabrak pembatas jalan terlebih dahulu sebelum terguling. Gara-garanya si sopir ingin menyalip sebuah sedan dengan kecepatan tinggi.Akibat tergulingnya truk ini, 5 siswa dilarikan ke RS UKI dan selebihnya ditampung di RS Polri Kramat Jati.Ada sekitar 30 murid kelas I SMUN 104 yang ada di truk yang terguling pada pukul 13.30 WIB, Sabtu (16/9/2006) itu. Semua penumpang di truk tersebut adalah siswa laki-laki."Memang ada beberapa truk yang mengangkut seluruh murid kelas I yang ada 8 kelas, murid laki dan perempuan dipisah. Nah yang terguling ini yang mengangkut siswa laki-laki," ungkap Rido, salah satu pengajar di SMUN yang lokasinya berada di belakang RS Pasar Rebo itu.Dituturkan Rido yang ditemui detikcom di RS UKI, para siswa itu baru saja pulang dari latihan dasar kepemimpinan di Bumi Perkemahan Cibubur (bukan hendak piknik seperti berita sebelumnya). Saat itu truk baru saja memasuki jalan tol Jagorawi yang mengarah ke Jakarta (bukan ke luar Cibubur arah Bogor seperti berita sebelumnya).Sebelum kejadian naas itu, sopir truk berusaha menyalip sedan yang berada di depannya dengan kecepatan tinggi. Namun pengemudi sedan tidak memberi jalan, malah ikut menekan gasnya kencang-kencang.Saat itulah truk tersebut menyenggol pembatas jalan dan kemudian terguling ke badan jalan.Akibatnya sejumlah siswa mengalami luka parah. Dari 5 siswa yang dibawa ke RS UKI, 2 siswa mengalami luka cukup serius, yakni Inggit dan Helmi. Keduanya dipastikan harus menjalani rawat inap.Inggit dan Helmi mengalami luka di bagian kepala, muka keduanya lebam-lebam akibat terbentur benda keras.Sedangkan dua siswa lainnya Reza mengalami luka di bagian leher dan kini mengenakan pengangga. Goresan dan lebam juga menghiasi wajahnya.Sementara Cecep hanya mengalami luka memar dan bengkak di bagian muka, kaki dan tangan. Sementara satu siswa lagi belum diketahui identitasnya dan kondisinya. Pihak rumah sakit belum memastikan apakah Cecep dan Reza harus menjalani rawat inap atau tidak.
(umi/sss)










































